BP BUMN Minta Fungsi Risiko Jangan Sekadar Administratif

Ekonomi25 Dilihat

Jakarta, RANAHNEWS.com — Praktik rekayasa keuangan disebut menjadi salah satu akar persoalan yang menyebabkan kekeliruan, impairment, hingga pengambilan keputusan tidak tepat di lingkungan badan usaha milik negara (BUMN). Peringatan itu disampaikan Kepala Badan Pengelola BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, dalam gelaran Chief Risk dan Compliance Officer (CRCO) BUMN Forum di Jakarta.

Forum tersebut dihadiri jajaran Danantara Asset Management, para direktur, serta pejabat yang membawahi fungsi manajemen risiko dan kepatuhan di lingkungan BUMN.

“Salah satu akar persoalan yang selama ini menimbulkan kekeliruan, impairment, dan pengambilan keputusan yang tidak tepat di perusahaan adalah praktik rekayasa keuangan,” tegas Dony dalam arahannya, seperti dikutip Rabu (20/5/2026).

Menurut Dony, transformasi BUMN tidak cukup hanya berfokus pada streamlining bisnis, efisiensi, dan penataan anak usaha. Transformasi juga harus ditopang tata kelola yang kuat, manajemen risiko yang tajam, serta fungsi kepatuhan yang mampu mengidentifikasi persoalan sejak awal.

Ia menekankan fungsi risiko dan kepatuhan tidak boleh berhenti pada aspek administratif semata. Chief Risk Officer, kata dia, harus mampu membaca risiko secara nyata dan objektif dalam setiap proses bisnis perusahaan.

“Chief Risk Officer harus mampu membaca risiko secara nyata, membedah kondisi keuangan secara objektif, serta mengidentifikasi potensi risiko dalam setiap proses bisnis perusahaan,” ujarnya.

Di tengah tantangan geopolitik global, ketidakpastian ekonomi, tekanan pasar, dan percepatan transformasi digital, BP BUMN mendorong seluruh perusahaan pelat merah membangun sistem Governance, Risk and Compliance (GRC) yang lebih terintegrasi, adaptif, dan mampu menyentuh akar persoalan.

BP BUMN dan Danantara juga menegaskan peran strategis CRCO sebagai penjaga integritas proses bisnis, pengawal mitigasi risiko, serta mitra utama manajemen dalam memastikan setiap keputusan korporasi berbasis pada data, kondisi riil, dan prinsip tata kelola yang sehat. (rn/*/pzv)

Komentar