PT Semen Padang Dukung Workshop Maggot BSF di Sumbar

News13 Dilihat

Padang, RANAHNEWS.com — PT Semen Padang memperkuat komitmennya terhadap pelestarian lingkungan dengan mendukung Workshop Pengolahan Sampah Organik melalui budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) bagi Pondok Pesantren MTI Kapau di Belimbing Indah, Selasa (19/5/2026). Kegiatan kolaborasi bersama FMIPA Universitas Andalas dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Sumatera Barat itu menjadi bagian dari rangkaian menyambut Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.

Workshop tersebut menghadirkan edukasi sekaligus praktik langsung pengelolaan sampah organik berbasis budidaya maggot BSF sebagai solusi pengurangan limbah yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomis.

Peserta dari lingkungan pesantren mengikuti pemaparan materi hingga praktik lapangan mengenai pengelolaan sampah organik menjadi media budidaya maggot. Mereka juga diperkenalkan pada potensi pemanfaatan maggot BSF sebagai pakan ternak dan bahan pupuk organik.

Kegiatan itu dihadiri Kepala DLH Provinsi Sumatera Barat Tasliatul Fuaddi, Kepala Unit CSR PT Semen Padang Harnes, Wakil Dekan FMIPA Universitas Andalas Admi Nazra, Ketua MTI Kapau Ilham, Kepala Produksi 1 S2 Samsuardi, serta dosen dan peneliti Universitas Andalas Sri Rahayu.

Kepala Unit CSR PT Semen Padang Harnes menegaskan perusahaan mendukung penuh kegiatan edukatif yang memberi dampak langsung bagi masyarakat dan lingkungan.

“Harapannya, peserta dapat mengaplikasikan materi yang diperoleh dengan baik sehingga budidaya maggot BSF ini benar-benar bisa dimanfaatkan, baik untuk pengurangan sampah organik maupun untuk memberikan nilai tambah ekonomi,” ujarnya.

Menurut Harnes, pengelolaan sampah organik berbasis budidaya maggot menjadi salah satu pendekatan efektif untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.

Kepala DLH Provinsi Sumatera Barat Tasliatul Fuaddi mengapresiasi sinergi PT Semen Padang, DLH Provinsi Sumbar, dan FMIPA Universitas Andalas dalam pelaksanaan workshop tersebut.

“Upaya pengelolaan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen, termasuk perguruan tinggi, dunia industri, dan masyarakat. Di momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia ini, kita jadikan sebagai pengingat penting bahwa isu lingkungan harus menjadi perhatian bersama,” katanya.

Wakil Dekan FMIPA Universitas Andalas Admi Nazra menyebut persoalan sampah organik perlu dijawab melalui pendekatan ilmiah dan partisipatif.

“Karena itu, edukasi mengenai budidaya maggot BSF dinilai menjadi salah satu solusi yang relevan diterapkan di tengah masyarakat, termasuk di lingkungan pesantren,” ujarnya.

Terpisah, Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang Win Bernadino menyatakan dukungan perusahaan terhadap kegiatan tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan.

“Dukungan terhadap kegiatan ini merupakan wujud tanggung jawab perusahaan dalam melestarikan lingkungan sekaligus mendukung terciptanya masyarakat yang lebih peduli terhadap pengelolaan sampah secara berkelanjutan,” kata Win Bernadino.

Melalui kolaborasi PT Semen Padang, FMIPA Universitas Andalas, dan DLH Provinsi Sumatera Barat, kegiatan itu diharapkan mampu mendorong pengelolaan sampah organik berkelanjutan di tengah masyarakat sekaligus melahirkan agen perubahan yang peduli lingkungan. (rn/*/pzv)

Komentar