Padang, RANAHNEWS.com — Anggota Komisi IV DPR RI Rahmat Saleh mendorong perluasan akses pendidikan tinggi bagi masyarakat ekonomi kurang mampu melalui penyaluran bantuan pendidikan dan penyiapan kuota khusus, saat bertemu warga di Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, Jumat (1/5/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Rahmat menyampaikan komitmennya untuk melanjutkan program bantuan pendidikan yang telah berjalan sejak tahun sebelumnya.
“Dari tahun kemarin, kita sudah menyalurkan ke berbagai penerima. Dan, akan terus kita lanjutkan,” kata Rahmat.
Ia menyebut salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah menyiapkan kuota khusus bagi warga kawasan Tarandam agar dapat mengakses perkuliahan melalui program bantuan pendidikan.
Menurutnya, akses terhadap bantuan seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah sangat bergantung pada validitas data penerima.
“Kalau ingin kuliah tapi terkendala biaya, sekarang ada kesempatan. Namun yang paling penting adalah terdaftar di DTKS. Tanpa itu, secara sistem warga dianggap mampu meskipun faktanya tidak. Ini yang harus kita perbaiki,” ujarnya.
Rahmat menilai akurasi data menjadi fondasi utama efektivitas kebijakan sosial karena kesalahan data dapat menyebabkan bantuan tidak tepat sasaran.
“Sinkronisasi antara fakta di lapangan dengan sistem digital pemerintah harus terus dikawal ketat agar tidak ada lagi masyarakat yang terpinggirkan dari hak-hak pendidikan mereka hanya karena urusan birokrasi,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya pendidikan sebagai bekal menghadapi perubahan, termasuk dalam membangun jejaring yang berperan dalam masa depan seseorang.
“Pendidikan itu bukan hanya soal keahlian teknis, tetapi juga soal jaringan. Relasi itulah yang nantinya akan ikut menentukan jalan hidup dan masa depan seseorang di tengah persaingan global,” tambahnya.
Melalui upaya tersebut, Rahmat berharap masyarakat dapat memanfaatkan peluang pendidikan yang tersedia, dengan dukungan data yang akurat dan akses bantuan yang tepat.
“Kita meyakini dengan data yang akurat dan kemauan untuk terus belajar, rantai kemiskinan dapat diputus melalui jalur pendidikan yang lebih inklusif dan merata,” harapnya. (rn/*/pzv)















Komentar