Rahmat Saleh: Hari Nelayan Harus Diikuti Kebijakan Nyata

Nasional118 Dilihat

Padang, RANAHNEWS.com – Peringatan Hari Nelayan Nasional setiap 6 April menjadi momentum evaluasi terhadap kesejahteraan masyarakat pesisir, dengan dorongan agar langkah konkret segera dilakukan untuk meningkatkan taraf hidup nelayan.

Anggota Komisi IV DPR RI, Rahmat Saleh, menegaskan bahwa peringatan tersebut tidak boleh berhenti pada seremoni, melainkan harus diikuti kebijakan nyata yang berdampak langsung bagi nelayan.

“Hari Nelayan Nasional bukan sekadar peringatan. Ini adalah pengingat bahwa ada jutaan saudara kita yang menggantungkan hidup pada laut, dengan segala risiko yang tak pernah kecil,” ujarnya di Padang, Senin (6/4/2026).

Ia menyebut, nelayan tidak hanya berperan sebagai pelaku ekonomi, tetapi juga memiliki posisi strategis dalam menjaga kedaulatan pangan dan maritim Indonesia.

Menurutnya, peran di Komisi IV DPR RI menjadi jalur untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat pesisir, baik melalui kebijakan maupun program bantuan langsung.

Rahmat mengatakan, sejumlah aspirasi telah diperjuangkan, di antaranya bantuan alat tangkap dan mesin tempel guna meningkatkan produktivitas serta efisiensi saat melaut.

“Bantuan seperti mesin tempel ini bukan sekadar simbolis. Ini bagian dari upaya meningkatkan kapasitas produksi nelayan agar mereka lebih mandiri dan sejahtera,” katanya.

Ia menegaskan, bantuan tersebut merupakan hasil penyerapan aspirasi masyarakat yang diperjuangkan di tingkat pusat sehingga harus tepat sasaran dan memberi dampak nyata.

Rahmat juga mengingatkan pentingnya pengawasan terhadap program bantuan agar tidak berhenti pada distribusi, tetapi benar-benar meningkatkan kesejahteraan nelayan.

“Nelayan sejahtera, Indonesia berdaulat. Itu prinsip yang harus diwujudkan melalui kebijakan yang berpihak dan berkelanjutan,” tegasnya.

Ia mendorong agar program pemberdayaan ke depan tidak hanya berfokus pada bantuan alat, tetapi juga mencakup pelatihan, akses permodalan, serta perlindungan wilayah tangkap dari praktik ilegal.

Menurutnya, peringatan Hari Nelayan Nasional harus menjadi titik evaluasi bersama agar negara hadir secara nyata bagi nelayan sebagai garda terdepan sektor maritim Indonesia. (rn/*/pzv)

Komentar