Nevi Zuairina Soroti Infrastruktur SPAM Jatiluhur untuk Industri Bekasi

Parlemen75 Dilihat

Bekasi, RANAHNEWS.com — Ketersediaan air baku dan penguatan infrastruktur penyediaan air minum dinilai menjadi kebutuhan mendesak bagi kawasan industri dan permukiman di Bekasi dan sekitarnya. Hal tersebut mengemuka dalam Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VI DPR RI ke proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Jatiluhur di PT WIKA Tirta Jaya Jatiluhur, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (13/3/2026).

Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PKS, Nevi Zuairina, menilai proyek SPAM Regional Jatiluhur memiliki peran strategis dalam menjawab kebutuhan air bersih di kawasan metropolitan yang terus berkembang, terutama di Bekasi, Karawang, dan wilayah sekitarnya.

“Bekasi merupakan salah satu pusat pertumbuhan ekonomi nasional dengan konsentrasi kawasan industri dan permukiman yang sangat besar. Karena itu, ketersediaan air bersih yang cukup, stabil, dan terjangkau menjadi faktor fundamental bagi keberlanjutan pembangunan kawasan ini,” ujar Nevi.

Ia menjelaskan SPAM Regional Jatiluhur memiliki kapasitas produksi sekitar 4.750 liter per detik. Kapasitas tersebut diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang untuk memenuhi kebutuhan air bersih di kawasan tersebut.

Namun, menurutnya, tantangan yang masih dihadapi adalah optimalisasi distribusi air curah agar dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh pemerintah daerah dan perusahaan daerah air minum (PDAM) sebagai offtaker.

Nevi menilai pemerintah perlu memastikan koordinasi yang kuat antara BUMN, pemerintah daerah, serta pengelola infrastruktur agar kapasitas produksi yang tersedia dapat terserap secara optimal.

Selain itu, ia menekankan pentingnya mendorong kawasan industri di Bekasi untuk secara bertahap beralih dari penggunaan air tanah menuju air perpipaan.

“Penggunaan air tanah secara berlebihan dalam jangka panjang dapat menimbulkan dampak serius seperti penurunan muka tanah dan kerusakan lingkungan. Oleh karena itu, pembangunan infrastruktur air perpipaan harus menjadi prioritas bersama,” jelasnya.

Nevi juga menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan antara kelayakan finansial proyek dengan keterjangkauan tarif air bagi masyarakat.

Ia berharap struktur tarif air curah yang diterapkan dapat mendukung keberlanjutan investasi tanpa membebani masyarakat maupun pelaku usaha.

“Melalui kunjungan kerja ini, saya di Komisi VI DPR RI mendorong sinergi antara Badan Pengelola BUMN, Danantara Asset Management, PT Wijaya Karya, PT WIKA Tirta Jaya Jatiluhur, serta Perum Jasa Tirta dalam memastikan proyek SPAM Jatiluhur mampu menjadi fondasi penting bagi ketahanan air bersih nasional, khususnya di kawasan industri strategis Jawa Barat,” tutup Nevi Zuairina. (rn/*/pzv)

Komentar