Wali Kota Padang Mulai Pembangunan Huntap Penyintas Banjir

News33 Dilihat

Padang, RANAHNEWS.com — Wali Kota Padang Fadly Amran memulai pembangunan hunian tetap (Huntap) bagi penyintas banjir bandang dengan meletakkan batu pertama di Kawasan Kampung Talang, Kelurahan Kapalo Koto, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Kamis (29/1/2026).

Pembangunan sebanyak 10 unit Huntap tersebut berdiri di atas lahan seluas 1.800 meter persegi. Huntap ini merupakan peningkatan dari Hunian Sementara Sehat dan Layak (HUNSELA) yang sebelumnya ditempati warga Kaum Suku Tanjuang, penyintas banjir bandang di kawasan Pangka Jembatan Batu Busuk, RT 03 RW 04.

Fadly menegaskan percepatan penyediaan hunian layak bagi warga terdampak bencana menjadi prioritas utama Pemerintah Kota Padang. Menurutnya, pemulihan pascabencana tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat.

“Kami mengapresiasi kolaborasi semua pihak, mulai dari Kadin, para donatur, hingga ninik mamak Suku Tanjuang yang telah menghibahkan lahan untuk pembangunan Huntap ini. Kolaborasi seperti inilah yang sangat dibutuhkan dalam percepatan pemulihan pascabencana,” kata Fadly.

Ia juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Padang tengah menyiapkan pembangunan sekitar 500 unit Huntap yang tersebar di tiga lokasi, yakni Balai Gadang, Simpang Haru, dan Lambung Bukit. Usulan pembangunan tersebut telah disampaikan kepada pemerintah pusat.

“Alhamdulillah, pembangunan Huntap ini juga mendapat dukungan dari Yayasan Buddha Tzu Chi serta sejumlah donatur lainnya. Dengan kebersamaan dan kolaborasi, kita berharap seluruh warga terdampak bencana dapat tertangani secara optimal,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumatera Barat Buchari Bachter menyampaikan bahwa pembangunan Huntap di Kampung Talang merupakan bentuk perhatian langsung Kadin terhadap daerah terdampak bencana di Indonesia.

Ia menjelaskan proyek tersebut mengusung konsep kolaborasi yang melibatkan Kadin, PT Semen Padang, dan Universitas Andalas, sekaligus mendorong keterlibatan pengusaha lokal agar perputaran ekonomi tetap berjalan di kawasan terdampak.

“Pembangunan Huntap ini menggunakan teknologi Sepa Block produksi PT Semen Padang yang memungkinkan proses konstruksi berlangsung cepat dengan target penyelesaian sekitar 30 hari. Ini merupakan proyek percontohan pertama di Sumatera,” jelas Buchari.

Direktur Utama PT Semen Padang Pri Gustari Akbar menyatakan pihaknya memberikan dukungan penuh melalui penyediaan semen serta produk inovatif Sepa Block yang dirancang ramah gempa dan sesuai diterapkan di wilayah rawan bencana.

Peletakan batu pertama tersebut turut dihadiri Ketua Kadin Sumatera Barat Buchari Bachter, Direktur Utama PT Semen Padang Pri Gustari Akbar, Wakil Ketua DPRD Sumatera Barat Nanda Satria, Ketua IJTI Pengda Sumatera Barat Defri Mulyadi, serta pihak terkait lainnya. (rn/*/pzv)

Komentar