Wali Kota Padang Tinjau Dapur MBG, Ajak Investor Percepat Pemenuhan 82 Titik

News461 Dilihat

Padang, RANAHNEWS – Wali Kota Padang, Fadly Amran, meninjau langsung operasional Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola Yayasan Indonesia Maju Kosong Delapan di Kelurahan Tanah Sirah Piai Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Senin (8/9/2025). Kehadirannya menjadi bentuk dukungan nyata pemerintah terhadap percepatan penyediaan makanan sehat bagi masyarakat.

Fadly menyebut program ini tidak hanya berorientasi pada pelayanan gizi, tetapi juga mampu memberdayakan banyak pihak. Ia menilai, keterlibatan swasta, ahli gizi, petani, hingga pedagang pasar menjadikan program MBG sebagai model kolaborasi yang harus terus diperluas.

“Alhamdulillah, hari ini kita melihat langsung kondisi dapur MBG di Tanah Sirah Piai bersama BGN. Mudah-mudahan ini bisa kita kebut. Program ini memberdayakan banyak pihak, mulai dari swasta, ahli gizi, petani hingga pedagang pasar,” ujar Fadly.

Ia menjelaskan, saat ini sudah terdapat enam dapur MBG yang beroperasi di Kota Padang, sementara 18 lainnya sedang dalam proses penyelesaian dan ditargetkan tuntas tahun ini. Menurut Fadly, kebutuhan Kota Padang mencapai 82 dapur MBG sehingga peluang investasi masih terbuka lebar.

“Kota Padang membutuhkan 82 dapur MBG. Artinya, peluang masih terbuka lebar bagi para investor. Saya mengajak para investor untuk berinvestasi di Kota Padang. Pemerintah Kota juga akan segera mengidentifikasi lokasi-lokasi yang sudah disiapkan agar pelaksanaannya lebih cepat,” tegasnya.

Perwakilan BGN Pusat, I Made Dewa Agung, menilai dukungan pemerintah daerah sangat penting, tidak hanya pada pembangunan dapur, tetapi juga fasilitas pendukung lain. Ia menekankan pembangunan MCK di sekolah serta rumah potong hewan bersertifikasi sebagai bagian penting dari rantai penyediaan makanan bergizi.

“Target utama kita jelas. Pertama, penerima manfaat harus tepat sasaran. Kedua, sebagaimana arahan Presiden, program ini harus mencapai 0 persen insiden keracunan. Tidak boleh ada kasus, baik akibat pengolahan maupun distribusi makanan,” katanya.

Kepala Dinas Perikanan dan Pangan Kota Padang, Alfiadi, menambahkan bahwa program MBG sudah berjalan hampir empat bulan. Saat ini ada 48 dapur yang mendaftar dari target 82, atau sekitar 62 persen.

“Harapan kami, para investor, yayasan, dan pihak-pihak yang peduli bisa bergerak lebih cepat, sehingga semua target dapat tercapai. Kami optimis, apalagi sudah ada beberapa pihak yang menyatakan minat membangun SPPG di Kota Padang,” ujarnya. (rn/*/pzv)

Komentar