Investasi Rp1,5 Triliun Sekolah Rakyat Tanjung Alam Picu Efek Domino Ekonomi

Ekonomi29 Dilihat

Tanah Datar, RANAHNEWS.com — Investasi Rp1,5 triliun untuk pembangunan Sekolah Rakyat di Nagari Tanjung Alam, Tanah Datar, diperkirakan menciptakan pusat aktivitas ekonomi baru dengan perputaran transaksi mencapai Rp55 miliar hingga Rp70 miliar per tahun.

Sekolah yang dirancang berkapasitas sekitar 3.000 siswa itu nantinya tidak hanya membutuhkan tenaga pendidik, tetapi juga berbagai barang dan jasa untuk menunjang aktivitas siswa, asrama, serta operasional sekolah setiap hari.

Jika dihitung secara bulanan, perputaran ekonomi dari operasional sekolah diperkirakan mencapai Rp4,7 miliar hingga Rp6 miliar.

Tokoh Pers Sumatera Barat, Khairul Jasmi, menilai besarnya kebutuhan tersebut dapat memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat di sekitar Tanjung Alam.

“Kalau ada 3.000 siswa tinggal dalam satu kawasan, kebutuhan ekonominya sangat besar. Ini seperti menghadirkan pusat pertumbuhan ekonomi baru di Tanjung Alam,” ujarnya.

Sektor pangan diperkirakan menjadi salah satu yang paling terdampak. Sekolah membutuhkan ribuan porsi makanan setiap hari, dengan kebutuhan beras mencapai sekitar satu ton per hari. Pasokan lainnya mencakup telur, daging, ikan, sayuran, buah-buahan, serta berbagai bahan pangan dalam jumlah besar.

Nilai belanja kebutuhan pokok tersebut diperkirakan mencapai Rp100 juta hingga Rp135 juta per hari atau sekitar Rp3 miliar hingga Rp4 miliar per bulan.

Di luar pangan, kebutuhan operasional sekolah mencakup perlengkapan kebersihan, kebutuhan asrama, layanan laundry, listrik, air, serta berbagai kebutuhan lainnya. Total kebutuhan nonpangan diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah setiap bulan.

Dari sisi ketenagakerjaan, Sekolah Rakyat diperkirakan menyerap sekitar 400 hingga 500 tenaga kerja tetap. Mereka terdiri atas guru, tenaga administrasi, petugas keamanan, petugas kebersihan, tenaga dapur, dan berbagai profesi pendukung lainnya.

Gaji guru dan tenaga pendukung diperkirakan mencapai Rp1,3 miliar hingga Rp1,5 miliar per bulan. Perputaran pendapatan tersebut dinilai dapat meningkatkan daya beli masyarakat sekaligus memperkuat aktivitas ekonomi di kawasan sekitar.

Khairul Jasmi menyebut petani, peternak, nelayan, pedagang, dan pelaku UMKM lokal memiliki peluang besar untuk masuk dalam rantai pasok kebutuhan sekolah.

“Kalau rantai pasoknya dibangun dengan baik, masyarakat Tanah Datar yang akan menikmati manfaat terbesar. Uangnya berputar di daerah sendiri,” katanya.

Tokoh Adat Sumatera Barat, Dt Ricky Donals, juga menyambut baik rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Tanjung Alam. Ia menilai keberadaan sekolah tersebut berpotensi memberikan manfaat besar bagi daerah.

“Demi niat baik pemerintah atas adanya Sekolah Rakyat di Tanjung Alam, indak tatampuang jo tapak tangan, jo nyiru kami tampuangkan,” ujar Dt Ricky Donals, Jumat (7/8/2026), kepada wartawan.

Menurutnya, investasi Rp1,5 triliun tersebut akan memberikan dampak berantai terhadap berbagai sektor ekonomi masyarakat.

“Pastilah banyak efek dominonya. Jika ini tuntas dan berjalan baik, Tanjung Alam akan mendapatkan manfaat ekonomi yang besar dari keberadaan sekolah ini,” katanya.

Peluang usaha juga diperkirakan terbuka pada sektor kuliner, penginapan, jasa laundry, jasa jahit, toko alat tulis, fotokopi, transportasi, hingga berbagai usaha mikro, kecil, dan menengah lainnya.

Kunjungan orang tua siswa dan tamu sekolah juga diperkirakan ikut menggerakkan aktivitas ekonomi lokal.

Dengan kebutuhan barang, jasa, dan tenaga kerja yang besar, Sekolah Rakyat Tanjung Alam diproyeksikan tidak hanya menjadi proyek pendidikan, tetapi juga berpotensi menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat Tanah Datar. (rn/*/pzv)

Komentar