Padang, RANAHNEWS.com – Pemerintah Kota Padang dan Pemerintah Kota Hildesheim, Jerman, memperbarui Letter of Intent (LoI) dan Memorandum of Understanding (MoU) kerja sama Sister City yang telah terjalin selama 38 tahun. Pembaruan kerja sama itu menitikberatkan pada revitalisasi Sungai Batang Arau dan pengembangan pariwisata berkelanjutan sebagai prioritas kolaborasi lima tahun ke depan.
Penandatanganan pembaruan LoI dan MoU dilakukan oleh Wali Kota Padang Fadly Amran bersama Wali Kota Hildesheim Ingo Meyer di Aula Abu Bakar Jaar, Balai Kota Padang Aie Pacah, Rabu (5/8/2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri Direktur Eropa II Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia Punjul Setya Nugraha, Sekretaris Daerah Kota Padang Raju Minropa, jajaran Pemerintah Kota Padang, perwakilan Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ), delegasi Pemerintah Kota Hildesheim, serta tamu undangan lainnya.
Fadly Amran mengatakan hubungan Sister City antara Padang dan Hildesheim telah berlangsung sejak 1988. Menurutnya, kemitraan internasional tersebut terus berkembang melalui semangat saling menghormati, saling belajar, dan memiliki visi bersama untuk masa depan.
Ia menjelaskan, prioritas pertama dalam kerja sama lima tahun mendatang adalah revitalisasi dan restorasi ekologis Sungai Batang Arau melalui peningkatan kualitas air, rehabilitasi kawasan bantaran sungai, serta pemulihan fungsi ekologisnya sebagai ruang hidup yang sehat dan produktif.
Prioritas berikutnya adalah pengembangan ekosistem pariwisata berkelanjutan. Dengan potensi alam dan budaya Minangkabau, Kota Padang menargetkan pengembangan pariwisata rendah karbon yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Selain itu, kedua kota juga membuka peluang kerja sama di bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia melalui program pertukaran pelajar, magang vokasi, serta peningkatan kapasitas tenaga pendidik. Di sektor kesehatan, kerja sama diarahkan pada pengembangan kompetensi tenaga keperawatan dan pertukaran pengetahuan antarlembaga.
Fadly menegaskan penandatanganan LoI dan MoU tersebut bukan sekadar seremoni diplomatik, melainkan komitmen menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat kedua kota.
“Penandatanganan LoI dan MoU hari ini bukan sekadar seremoni diplomatik. Ini merupakan penegasan bahwa kerja sama harus diukur dari dampak nyata yang dirasakan masyarakat. Melalui aksi konkret, kita ingin menghadirkan perubahan yang memberikan manfaat bagi kedua kota,” ujar Fadly.
Ia menambahkan pengalaman Jerman dalam pengelolaan sumber daya air, energi, dan pembangunan kota hijau dinilai relevan dengan kebutuhan pembangunan Kota Padang. Dukungan GIZ juga diharapkan memperkuat alih teknologi, pengembangan kapasitas kelembagaan, dan implementasi program-program lingkungan.
Wali Kota Hildesheim Ingo Meyer menyampaikan apresiasi atas sambutan Pemerintah Kota Padang. Dalam kunjungan keduanya ke Padang, ia berharap hubungan yang telah terjalin selama puluhan tahun terus diperkuat melalui program-program yang konkret dan berkelanjutan.
“Kami berharap kemitraan yang telah terjalin selama puluhan tahun dapat terus diperkuat melalui berbagai program kerja sama yang konkret dan berkelanjutan,” kata Ingo Meyer.
Sementara itu, Direktur Eropa II Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia Punjul Setya Nugraha menegaskan komitmen Kementerian Luar Negeri untuk terus mendukung, memfasilitasi, dan mengawal implementasi kerja sama tersebut agar menjadi contoh kemitraan antarkota antara Indonesia dan Jerman.
“Kerja sama ini diharapkan dapat terus berkembang di berbagai bidang, seperti pembangunan kota, pendidikan, pengembangan sumber daya manusia, kebudayaan, maupun sektor-sektor lain yang memberikan manfaat bagi kedua kota,” ujar Punjul Setya Nugraha. (rn/*/pzv)













Komentar