Andre Rosiade Pimpin IKM, Targetkan Konsolidasi Nasional

Parlemen444 Dilihat

Jakarta, RANAHNEWS – Musyawarah Nasional pertama Ikatan Keluarga Minang (IKM) menetapkan Andre Rosiade sebagai Ketua Umum DPP IKM periode 2025–2030. Legislator dari Fraksi Gerindra ini didaulat secara aklamasi menggantikan Fadli Zon yang kini menjabat sebagai Menteri Kebudayaan.

Pemilihan yang berlangsung di Hotel Santika Premiere, Jakarta, Jumat (23/5/2025), berlangsung penuh kekeluargaan. Sidang munas yang dipimpin Arteria Dahlan mengesahkan keputusan aklamasi setelah mendapat persetujuan bulat dari seluruh peserta.

“Apakah bapak-ibu peserta setuju menetapkan saudara Andre Rosiade sebagai Ketua Umum DPP IKM periode 2025–2030 secara aklamasi?” tanya Arteria. Seruan “Setuju” menggema dari peserta, disambut ketukan palu sebagai tanda pengesahan.

Andre juga dipercaya sebagai formatur tunggal untuk menyusun kepengurusan DPP IKM yang baru. Ia menegaskan komitmennya memperkuat konsolidasi organisasi dengan membentuk kepengurusan IKM di seluruh pelosok negeri.

“Saat ini kita sudah memiliki 30 DPW, dan targetnya pada Munas kedua nanti seluruh provinsi terwakili. Kita juga menargetkan 350 DPD dan 1.650 DPC aktif,” kata Andre.

Menurut Andre, kepengurusan IKM akan dirancang inklusif, melibatkan tokoh-tokoh dari berbagai unsur pemerintahan. “Kita akan ajak menteri aktif, pimpinan lembaga negara, dan anggota DPR dari seluruh partai. Sesuai tagline kita, Basamo Mako Manjadi,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan harapannya untuk menggelar pengukuhan pengurus secara meriah di Istora Senayan, dengan menghadirkan 10 ribu orang Minang. “Insya Allah Desember 2025 kita baralek gadang di Istora, dan kita akan upayakan agar Presiden Prabowo turut hadir,” tambah Andre.

Mantan Ketua Umum DPP IKM Fadli Zon menyambut baik estafet kepemimpinan ini. “Saya sangat mendukung kepemimpinan Andre Rosiade. Dalam organisasi harus ada regenerasi, kita tahu kapan harus turun,” kata Fadli.

Ia juga menyatakan siap tetap berkontribusi sebagai pembina dan mendukung arah IKM ke depan. “Kalau diminta jadi pembina, saya siap. Saya mohon maaf jika selama ini ada hal-hal yang kurang berkenan. Mari kita lanjutkan perjuangan ini bersama,” tutup Fadli. (rn/*/pzv)

Komentar