Padang, RANAHNEWS.com — Upaya pemulihan pascabencana hidrometeorologi di Kota Pariaman memasuki fase transisi menuju rekonstruksi permanen. Pemerintah Kota Pariaman memastikan aktivitas masyarakat mulai kembali normal seiring langkah darurat yang cepat dan terkoordinasi sejak bencana terjadi.
Hal tersebut disampaikan Wali Kota Pariaman, Yota Balad, saat menghadiri Rapat Koordinasi percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana hidrometeorologi yang dipimpin Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian di Auditorium Gubernur Sumatera Barat, Selasa (14/1). Rakor ini diikuti kepala daerah dari kabupaten dan kota terdampak di Sumatera Barat.
Yota Balad melaporkan bahwa kondisi Kota Pariaman saat ini menunjukkan perkembangan positif. Aktivitas publik, pasar, serta akses transportasi telah kembali berjalan setelah dilakukan penanganan darurat dan pemulihan awal oleh pemerintah daerah bersama masyarakat.
“Kami melaporkan kepada Mendagri bahwa berkat kerja keras tim di lapangan dan dukungan masyarakat, kondisi Kota Pariaman saat ini sudah berangsur pulih,” ujar Yota Balad.
Ia menjelaskan, Pemerintah Kota Pariaman telah menyalurkan bantuan kepada warga terdampak bencana, termasuk pedagang dan pelaku usaha yang terdampak langsung oleh banjir dan gangguan aktivitas ekonomi.
“Kami telah menyerahkan bantuan kepada korban bencana, termasuk kepada pedagang dan pelaku usaha. Fokus kami sekarang adalah transisi dari masa darurat menuju fase rekonstruksi permanen,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Yota Balad juga menyampaikan bahwa Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) Kota Pariaman telah diserahkan kepada pemerintah pusat sebagai dasar percepatan penanganan lanjutan.
“R3P Kota Pariaman telah kami serahkan beberapa waktu lalu sebagai bagian dari kesiapan memasuki tahap rekonstruksi,” ujarnya.
Rapat koordinasi tersebut dipimpin langsung Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian yang menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mempercepat pemulihan infrastruktur dan ekonomi masyarakat. Fokus pemulihan diarahkan pada perbaikan jalan, jembatan, jaringan listrik, dan ketersediaan air bersih.
“Memang kita harus mulai dari masalah. Kita harus melihat dari peta. Makin akurat permasalahan, makin baik strategi yang kita susun,” ujar Tito Karnavian.
Ia mengungkapkan bahwa 16 dari 19 kabupaten dan kota di Sumatera Barat terdampak bencana. Meski demikian, hasil pemantauan melalui dasbor kebencanaan menunjukkan pemerintahan daerah secara umum telah kembali berjalan.
Mendagri juga meminta agar data detail titik kerusakan disampaikan secara rinci dalam R3P guna mempercepat koordinasi lintas kementerian.
“Kita ingin detail titiknya disampaikan, sehingga bisa kami sampaikan ke kementerian terkait agar semua bisa bergerak,” katanya.
Rakor tersebut turut dihadiri Kepala BNPB Suharyanto, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Veronica Tan, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi, Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Ruseimy, serta jajaran Forkopimda Provinsi Sumatera Barat. (rn/*/pzv)













Komentar