Kabupaten Solok, RANAHNEWS.com – Ancaman banjir susulan di Nagari Saniangbaka mendorong Pemerintah Kabupaten Solok bergerak cepat. Wakil Bupati Solok, H. Candra, S.H.I, turun langsung meninjau proses normalisasi Batang Saniangbaka di Kecamatan X Koto Singkarak, Selasa (6/1/2026), sebagai langkah darurat untuk mencegah luapan air kembali masuk ke permukiman warga.
Peninjauan tersebut dilakukan bersama Camat X Koto Singkarak Chrismon Darma, S.IP, Wali Nagari Saniangbaka Zulmasdiawarman, S.Pd, serta sejumlah tokoh masyarakat. Fokus pemantauan diarahkan pada titik-titik rawan yang selama ini menjadi penyebab utama meluapnya air sungai ke rumah warga.
Wabup Candra menjelaskan, dalam tahap awal pemerintah daerah melakukan langkah antisipasi sementara dengan memasang dumbag di sepanjang bantaran Batang Saniangbaka guna menahan limpasan air saat debit sungai meningkat.
“Untuk sementara yang bisa kita lakukan adalah pemasangan dumbag, agar air tidak masuk ke rumah warga,” ujar Candra.
Ia mengungkapkan, pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan Kepala Dinas PUPR Kabupaten Solok, Effia Vivi Fortuna, ST, MM, terkait kebutuhan dumbag. Dari hasil koordinasi tersebut, Kabupaten Solok memperoleh bantuan 1.000 kantong dumbag dari PT Semen Padang, meskipun hingga kini baru 260 kantong yang terealisasi.
“Kalau bisa yang 1.000 itu kita upayakan semuanya dapat, dan kita harapkan bisa segera disalurkan,” tegasnya.
Dalam peninjauan tersebut, Wabup Candra juga melakukan komunikasi langsung melalui video call dengan Anggota DPR RI Andre Rosiade untuk melaporkan kondisi terkini di Saniangbaka. Ia menyampaikan bahwa Batang Saniangbaka telah empat kali meluap, sehingga penanganan darurat harus segera dilakukan sebelum pembangunan permanen dilaksanakan.
Melalui sambungan tersebut, Wabup Candra turut memperlihatkan kondisi Gedung MTsN Muhammadiyah Saniangbaka yang roboh dan direncanakan akan dibongkar melalui kerja sama dengan PT Adhi Karya. Ia juga menekankan pentingnya pemasangan bronjong di lokasi rawan untuk mencegah material banjir kembali menumpuk.
“Kalau ini tidak segera dipasang bronjong, material akan naik lagi ke jalan dan ke rumah warga saat banjir berikutnya,” ungkapnya.
Pemerintah Kabupaten Solok menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat koordinasi lintas sektor, baik dengan pemerintah pusat maupun pihak swasta, guna mempercepat penanganan permanen Batang Saniangbaka demi keselamatan dan kenyamanan masyarakat. (E_J)

















Komentar