Jakarta, RANAHNEWS – PT Nindya Karya menutup semester pertama 2025 dengan catatan kinerja positif, menuntaskan berbagai penugasan strategis pemerintah dan memperkuat posisinya sebagai kontraktor andal di sektor konstruksi nasional. Perusahaan pelat merah ini sukses menyelesaikan sejumlah proyek prioritas nasional yang dikerjakan tepat waktu, efisien, dan dengan dukungan teknologi modern.
Direktur Utama PT Nindya Karya, Firmansyah, mengungkapkan bahwa keberhasilan ini tidak hanya menjadi bukti kapasitas teknis perusahaan, tetapi juga komitmen untuk memenuhi mandat negara. “Selain penugasan, kami telah merampungkan sejumlah proyek infrastruktur prioritas nasional tepat waktu,” ujarnya.
Sejumlah proyek yang dimaksud antara lain Renovasi Sekolah Rakyat, Pembangunan Jembatan Sambas, beautifikasi Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, serta pembangunan berbagai fasilitas di Kawasan Ekonomi Khusus Sanur, seperti Bali Beach Hotel, The Meru Sanur, dan Bali Beach Convention. Menurut Firmansyah, capaian tersebut menjadi bukti bahwa Nindya Karya mampu menggabungkan ketepatan waktu, efisiensi biaya, dan inovasi teknologi di setiap pekerjaan.
Kinerja gemilang ini tercermin pula pada pertumbuhan pendapatan usaha semester pertama dari proyek penugasan pemerintah. Firmansyah menjelaskan bahwa hasil tersebut didorong oleh kombinasi disiplin dalam pengelolaan proyek, efisiensi biaya, dan pemanfaatan teknologi seperti Building Information Modelling (BIM) yang memastikan akurasi serta efektivitas pada setiap tahap pembangunan.
Ia menegaskan bahwa seluruh pencapaian tersebut merupakan buah kerja kolektif insan Nindya Karya. “Kami tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membangun kepercayaan. Setiap proyek adalah wujud komitmen untuk memberikan nilai tambah bagi bangsa, mendukung pertumbuhan ekonomi, dan memperkuat hubungan dengan para pemangku kepentingan,” katanya.
Selain sektor konstruksi, Nindya Karya juga memperluas cakupan bisnis di bidang properti, EPC, dan pengelolaan aset sebagai upaya menciptakan sumber pertumbuhan baru yang berkelanjutan. Strategi diversifikasi ini dirancang untuk memperkuat fondasi bisnis sekaligus memberi fleksibilitas dalam menghadapi dinamika pasar.
Salah satu proyek yang memberi kontribusi signifikan pada kinerja semester pertama adalah Renovasi Sekolah Rakyat. Program ini memiliki dimensi sosial yang kuat karena menyediakan akses pendidikan bagi masyarakat yang kesulitan mengakses sekolah formal. Firmansyah menjelaskan, proses belajar di Sekolah Rakyat bersifat fleksibel, berbasis kebutuhan masyarakat, dan memanfaatkan potensi lokal, dengan pengajar yang berasal dari relawan, mahasiswa, pendidik, hingga siswa sekolah formal yang ingin berbagi ilmu.
Melalui renovasi tersebut, Nindya Karya menghadirkan ruang kelas yang nyaman, fasilitas sanitasi dan air bersih memadai, area belajar ramah anak, serta infrastruktur pendukung lain, sehingga anak-anak Indonesia dapat belajar dengan layak secara merata.
Memasuki semester kedua 2025, Nindya Karya optimistis mampu mempertahankan bahkan meningkatkan capaian kinerja positif. Firmansyah menyebut sejumlah proyek baru dari pemerintah dan swasta telah siap dikerjakan. “Strategi pengendalian biaya, pemanfaatan teknologi modern, penerapan manajemen risiko, serta implementasi QHSE yang disiplin akan tetap menjadi prioritas. Dengan sinergi operasional yang solid, inovasi berkelanjutan, dan komitmen penuh terhadap kualitas, kami yakin akan meraih capaian lebih tinggi hingga akhir tahun,” pungkasnya. (rn/*/pzv)











Komentar