Pariaman, RANAHNEWS — Upaya pemerintah mewujudkan swasembada pangan nasional kini mendapat dukungan nyata dari daerah. Kota Pariaman, dengan potensi pertanian yang melimpah, menjadi salah satu daerah yang siap memperkuat ketahanan pangan sebagaimana digagas Presiden Prabowo Subianto dalam program nasional swasembada pangan.
Presiden Prabowo menegaskan, ketahanan pangan merupakan pilar penting pembangunan nasional yang harus diwujudkan melalui peningkatan produksi dalam negeri dan pengurangan ketergantungan impor. Komitmen ini turut direspons oleh Pemerintah Kota Pariaman dengan memaksimalkan potensi lahan pertanian lokal.
Kota Pariaman memiliki 1.627 hektar lahan sawah dengan produksi padi mencapai 15.689 ton pada tahun 2024, turun dari 16.101 ton pada tahun 2023. Dari total lahan tersebut, 1.273 hektar sudah memiliki sistem irigasi, sementara sisanya masih bergantung pada curah hujan. Kecamatan Pariaman Selatan memiliki area sawah terluas, yakni 504 hektar, namun hanya 150 hektar di antaranya yang teraliri irigasi secara permanen.
Kondisi ini diperburuk oleh kerusakan saluran irigasi Anai Dua yang sudah berlangsung selama tujuh tahun. Saluran tersebut seharusnya menjadi sumber pengairan utama bagi ratusan hektar sawah di Kecamatan Pariaman Selatan.
“Kerusakan saluran irigasi Anai Dua ini sudah lama kami rasakan. Akibatnya, lahan sawah yang luas kini hanya mengandalkan air hujan. Banyak petani terpaksa menanam jagung karena padi tidak bisa tumbuh optimal,” ungkap perwakilan petani setempat.
Saluran Anai Dua dibangun sekitar tujuh tahun lalu untuk mengairi lahan di Pariaman Selatan. Namun, kerusakan yang terjadi di wilayah Kabupaten Padang Pariaman menyebabkan aliran air terputus dan tidak sampai ke Kota Pariaman. Dampaknya, produktivitas pertanian di kawasan ini terus menurun dari tahun ke tahun.
Jika perbaikan segera dilakukan, sawah seluas hampir 500 hektar di Pariaman Selatan dapat kembali produktif dengan potensi hasil panen hingga 5.000 ton padi per tahun. Dengan pengairan yang stabil, petani bisa melakukan panen dua hingga tiga kali setahun, sehingga turut menopang target swasembada pangan nasional.
Permasalahan ini telah disampaikan kepada Wakil Komisi VI DPR RI asal Sumbar, Andre Rosiade, dan Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, saat kunjungan kerja ke Sumatera Barat. Pemerintah pusat melalui Balai Wilayah Sungai Sumatra (BWSS) V juga telah menindaklanjuti dengan rencana perbaikan di titik kerusakan wilayah Kabupaten Padang Pariaman.
“Perbaikan saluran irigasi ini menjadi harapan besar kami. Dengan berfungsinya kembali Anai Dua, lahan sawah di Pariaman Selatan akan hidup kembali dan para petani bisa meningkatkan kesejahteraan mereka,” ujar salah satu tokoh masyarakat setempat.
Bagi warga dan petani Pariaman, air bukan hanya sumber kehidupan, tetapi juga sumber harapan. Karena itu, mereka berharap perbaikan irigasi Anai Dua dapat diselesaikan tahun ini, agar potensi pertanian daerah kembali optimal dan Pariaman ikut berkontribusi nyata dalam mewujudkan swasembada pangan nasional. (rn/*/pzv)










Komentar