Tanah Datar Terima 66 Huntara dari Program Nasional

Nasional83 Dilihat

Tanah Datar, RANAHNEWS.com — Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian meresmikan 1.300 unit Hunian Sementara (Huntara) Danantara sekaligus menyerahkan bantuan Dana Tunggu Hunian (DTH) kepada masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi di sejumlah daerah di Sumatera, Kamis (5/2/2026).

Peresmian Huntara dan penyerahan bantuan tersebut berlangsung di Lapangan Bola Simarpinggang, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan. Kegiatan ini dilaksanakan Mendagri selaku Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, didampingi Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto sebagai Wakil Ketua Satgas.

Bantuan tersebut diperuntukkan bagi warga terdampak bencana di Kabupaten Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Tanah Datar, Aceh Tamiang, Aceh Utara, Pidie Jaya, dan Kabupaten Aceh Timur.

Kegiatan peresmian turut diikuti secara daring melalui aplikasi Zoom oleh Bupati Tanah Datar Eka Putra, S.E., M.M., dari Kantor Camat Batipuh Selatan, bersama Sekretaris Utama BNPB Dr. apt. Rustian, S.Si., M.Kes., Direktur Samapta Polda Sumbar Kombes Pol Achmadi, S.I.K., serta undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Mendagri Tito Karnavian menyampaikan bahwa bencana hidrometeorologi yang melanda 52 kabupaten dan kota di Provinsi Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh telah mengakibatkan 88.930 rumah warga mengalami kerusakan ringan, sedang, hingga berat, serta merusak berbagai fasilitas umum dan menimbulkan korban jiwa.

“Menghadapi kondisi ini, Bapak Presiden telah menggerakkan seluruh kekuatan negara, mulai dari Polri, TNI, BNPB, Basarnas, hingga kementerian terkait untuk turun langsung ke daerah terdampak,” ujar Tito.

Ia menjelaskan, setelah dua bulan penanganan, sebanyak 27 daerah telah kembali normal, 15 daerah mendekati normal, dan 10 daerah masih memerlukan perhatian khusus, termasuk Kabupaten Agam dan Padang Pariaman di Sumatera Barat.

Pemerintah, lanjut Tito, melalui BNPB memberikan bantuan stimulan perbaikan rumah sebesar Rp15 juta untuk rumah rusak ringan, Rp30 juta untuk rusak sedang, dan Rp60 juta untuk rusak berat. Bagi warga yang tidak menempati Huntara, pemerintah menyalurkan Dana Tunggu Hunian sebesar Rp600 ribu per bulan selama tiga bulan.

Selain itu, pemerintah juga memberikan bantuan perabotan rumah tangga senilai Rp3 juta, bantuan stimulan ekonomi Rp3 juta, serta bantuan lauk pauk sebesar Rp15 ribu per orang per hari.

“Saya minta seluruh kepala daerah membentuk tim kecil untuk melakukan verifikasi data di lapangan agar data benar-benar riil. Jika data tidak disampaikan, maka kami anggap daerah tersebut mampu menangani sendiri,” tegasnya.

Usai mengikuti peresmian secara daring, Bupati Tanah Datar Eka Putra menyampaikan bahwa di Tanah Datar, Huntara yang telah selesai dibangun sebanyak 62 unit, sementara empat unit lainnya masih dalam tahap penyelesaian dengan progres sekitar 80 persen.

“Total Huntara di Tanah Datar sebanyak 66 unit. Saya mewakili masyarakat menyampaikan terima kasih kepada Bapak Presiden melalui BNPB atas bantuan ini. Kami juga mengimbau warga untuk merawat hunian yang telah disediakan,” ujarnya.

Ia menambahkan, Huntara tersebut telah dilengkapi dengan fasilitas penunjang, seperti kompor, tempat tidur, rice cooker, listrik, dan air bersih.

Terkait bantuan stimulan ekonomi, bantuan perabotan, serta bantuan lauk pauk bagi warga yang tidak menghuni Huntara, Eka Putra menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Tanah Datar telah mengusulkan bantuan tersebut sejak dua pekan lalu dan saat ini masih menunggu proses pencairan sesuai petunjuk teknis yang berlaku. (rn/*/mat)

Komentar