Jakarta, RANAHNEWS.com — Tanah Datar resmi ditetapkan sebagai lokasi pembangunan Sekolah Rakyat yang akan dimulai pada 2026 setelah mengantongi persetujuan Kementerian Sosial di Jakarta, Rabu (25/2/2026). Penetapan itu menguat seiring adanya hibah lahan seluas 9,5 hektare di Nagari Tanjung Alam, Kecamatan Tanjung Baru.
Lahan tersebut dihibahkan keluarga besar COO Danantara sekaligus Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, untuk pembangunan Sekolah Rakyat di kampung halamannya. Status hibah itu menjadi perhatian dalam pemaparan yang disampaikan Bupati Tanah Datar, Eka Putra, di hadapan Kementerian Sosial.
“Ini rasanya hibah satu-satunya di Indonesia,” ujar Sekjen Kemensos Robben Rico, sebagaimana dikutip Eka Putra.
Tak lama setelah pemaparan, persetujuan diberikan dan Tanah Datar masuk sebagai salah satu titik pembangunan Sekolah Rakyat tahun 2026. Seusai agenda tersebut, Eka Putra menemui Dony Oskaria di ruang kerjanya di Jakarta.
“Terima kasih Pak Dony,” ucap Eka.
Sekolah Rakyat di atas lahan hibah itu dirancang menampung hingga 3.000 siswa dari jenjang SD hingga SMA. Sasaran program ini adalah anak-anak dari keluarga rentan miskin, miskin, hingga miskin ekstrem.
“Ini untuk memutus rantai anak kelompok rentan agar bisa bersekolah seperti yang lain. Negara mesti hadir untuk anak bangsa,” kata Dony Oskaria.
Seluruh siswa akan mengikuti pendidikan gratis dengan sistem asrama. Fasilitas yang disiapkan meliputi rumah ibadah, klinik kesehatan, lapangan olahraga, akses air bersih, serta infrastruktur jalan.
Pembangunan Sekolah Rakyat berlokasi di Jorong Duo Baleh Koto dan Koto Gadih, Nagari Tanjung Alam. Proyek tersebut diperkirakan menelan anggaran Rp250 hingga Rp300 miliar.
Program Sekolah Rakyat merupakan inisiatif nasional Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat ketahanan sumber daya manusia. Hingga Januari 2026, sebanyak 166 sekolah telah diresmikan dan 104 titik baru sedang dipersiapkan menuju target 500 Sekolah Rakyat pada 2029. (rn/*/pzv)










Komentar