Poli Jantung RSUD Sungai Dareh Tutup Sementara, Ini Penjelasannya

News140 Dilihat

Dharmasraya, RANAHNEWS.com – Manajemen RSUD Sungai Dareh memastikan layanan Poli Jantung dihentikan sementara menyusul keberangkatan dokter spesialis jantung untuk mengikuti program fellowship, dengan target operasional kembali normal pada April 2026.

Direktur RSUD Sungai Dareh, dr. Fitra Neza, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, khususnya pasien jantung yang terdampak atas kondisi tersebut.

“Kami menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi. Penghentian Poli Jantung bersifat sementara karena kebutuhan mendesak dokter spesialis jantung untuk mengikuti program fellowship, agar fasilitas Cath Lab termasuk layanan kateterisasi di RSUD dapat segera dioperasikan,” ujarnya, Sabtu (21/2/2026).

Ia menjelaskan, dokter spesialis jantung yang sebelumnya bertugas kini menjalani fellowship kardiologi intervensi di Malaysia selama satu tahun, terhitung Maret 2026.

Menurutnya, pendidikan tersebut menjadi syarat penting untuk pengoperasian Cath Lab yang merupakan bantuan gedung dan alat kesehatan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Dengan kompetensi tersebut, RSUD Sungai Dareh ke depan ditargetkan mampu memberikan layanan kateterisasi dan pemasangan ring jantung, sehingga pasien tidak perlu lagi dirujuk ke luar daerah dan dapat memperoleh layanan tingkat madya.

Sebelum keberangkatan dokter, manajemen RSUD telah berupaya mencari pengganti sejak Oktober dengan menjajaki komunikasi ke berbagai wilayah di Sumatera Barat dan kabupaten sekitar, namun belum membuahkan hasil.

Upaya juga dilakukan dengan berkoordinasi bersama Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) Sumatera Barat sejak Januari, tetapi belum tersedia dokter yang dapat ditempatkan karena keterbatasan Surat Izin Praktik (SIP).

“Ibu Bupati telah menegur kami atas tidak beroperasinya sementara Poli Jantung ini. Beliau juga telah membantu menyampaikan langsung kepada Kementerian Kesehatan melalui Wakil Menteri dan Direktur Jenderal terkait untuk mengupayakan permintaan dokter spesialis jantung melalui program PGDS. Insya Allah, pada bulan April dokter spesialis jantung sudah tersedia sehingga pelayanan Poli Jantung dapat kembali berjalan normal,” kata dr. Fitra Neza.

Sebagai langkah sementara, pelayanan pasien jantung dialihkan melalui Poli Penyakit Dalam, yang tetap dapat memberikan layanan konsultasi, terapi medis, serta pemantauan rutin.

Untuk kasus yang memerlukan tindakan lanjutan, RSUD Sungai Dareh akan melakukan rujukan sesuai prosedur pelayanan kesehatan.

Manajemen RSUD Sungai Dareh menegaskan komitmennya untuk segera menghadirkan dokter spesialis jantung agar pelayanan kembali optimal dan pengembangan layanan jantung lanjutan dapat berjalan sesuai kebutuhan masyarakat. (akn)

Komentar