Pemko Padang Perkuat Stabilisasi Harga Jelang Idulfitri

Ekonomi72 Dilihat

Padang, RANAHNEWS.com — Stabilisasi harga bahan pokok selama Ramadan hingga Idulfitri 1447 Hijriah diperkuat melalui pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) serentak di 104 kelurahan se-Kota Padang. Program ini ditujukan untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus menekan laju inflasi daerah.

Komitmen tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Persiapan GPM yang diikuti camat dan lurah se-Kota Padang di Aula Anggun Nan Tongga Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Barat, Senin (23/2/2026).

Kegiatan itu merupakan kolaborasi antara Pemerintah Kota Padang, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumbar, dan Perum Bulog Wilayah Sumbar. Agenda tersebut juga dirangkai dengan sosialisasi digitalisasi pembayaran dan edukasi QRIS.

Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, menilai pelaksanaan GPM tepat untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau selama Ramadan.

“Kita ingin masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan lebih tenang. Karena itu, para lurah sebagai ujung tombak pelayanan pemerintah diharapkan mendukung penuh pelaksanaan GPM di kelurahan masing-masing,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi dukungan BI Sumbar dan Bulog dalam menjaga stabilitas ekonomi dan ketahanan pangan daerah.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumbar, Mohamad Abdul Majid Ikram, menegaskan pentingnya sinergi pemerintah daerah, BI, dan Bulog dalam menjaga stabilitas harga menjelang hingga setelah Idulfitri.

“Setiap Ramadan hingga puncak Idulfitri, permintaan pangan pasti meningkat. Karena itu, kita siap menggelar GPM di seluruh kelurahan se-Kota Padang,” katanya.

Pemimpin Perum Bulog Wilayah Sumbar, R. Darma Wijaya, menyampaikan pihaknya akan menyalurkan beras langsung melalui kantor kelurahan agar masyarakat tidak terbebani biaya transportasi tambahan.

“Kita akan menjual beras Rp12.000 per kilogram atau Rp60.000 per kemasan 5 kilogram, lebih rendah dari Harga Eceran Tertinggi Rp13.100 per kilogram. Setiap kelurahan juga dialokasikan sekitar 15–20 dus minyak goreng MinyakKita dengan harga Rp15.000 hingga Rp15.500 per liter untuk menekan fluktuasi harga dan menjaga stabilitas pangan di pasaran,” bebernya. (rn/*/pzv)

Komentar