Padang Menuju Kota Gastronomi Dunia, Rakornas ICCN 2025 Jadi Momentum Emas

Pariwisata417 Dilihat

Padang, RANAHNEWS – Padang menjadi pusat perhatian nasional ketika Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Indonesia Creative Cities Network (ICCN) 2025 resmi dibuka di THE ZHM Premiere Hotel, Jumat (8/8/2025). Acara ini tidak sekadar menjadi ajang temu para pelaku kreatif, tetapi juga momentum strategis mendorong Kota Padang menuju pengakuan internasional sebagai Kota Gastronomi Dunia dalam jaringan UNESCO Creative Cities Network (UCCN).

Pembukaan Rakornas ditandai pemukulan gendang tabuh oleh Wakil Menteri Kebudayaan RI Giring Ganesha Djumaryo, Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Kreatif Yovie Widianto, Ketua Umum ICCN Tubagus Fiki C. Satari, Wali Kota Padang Fadly Amran, Wakil Wali Kota Maigus Nasir, dan sejumlah tamu kehormatan.

Wali Kota Padang Fadly Amran menegaskan, Rakornas menjadi langkah penting menyusun strategi pengembangan potensi kabupaten/kota agar lahir kota-kota kreatif di Indonesia. “Dua variabel penting yang harus dimiliki untuk menjadi Kota Gastronomi Dunia adalah Vibrant Gastronomy Community, yang mencakup memori kuliner lokal dan keberadaan restoran tradisional, serta praktik kuliner autentik. Dua hal ini dimiliki Kota Padang,” ujarnya. Ia menambahkan, dari 47 ribu UMKM di Padang, 40 persen bergerak di sektor kuliner, ditopang keberadaan Sentra Rendang yang menjadi simbol kesiapan kota ini meraih pengakuan dunia.

Ketua Umum ICCN Tubagus Fiki Satari menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Padang. Menurutnya, Rakornas bukan hanya forum diskusi, tetapi juga wadah memperkuat sinergi lintas sektor agar lahir kebijakan konkret bagi pengembangan ekonomi kreatif daerah. “Ini bentuk nyata kolaborasi strategis antara pemerintah daerah, komunitas kreatif, dan sektor swasta,” tegasnya.

Rakornas ICCN 2025 berlangsung 6–10 Agustus 2025 dengan menghadirkan tokoh nasional seperti Menteri Ekonomi Kreatif RI Teuku Riefky, Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Rafi Ahmad, Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Kreatif Yovie Widianto, Direktur Utama SMESCO Wientor Rah Mada, Wakil Bupati Cianjur Ramzi Geys Thebe, dan Wakil Wali Kota Sawahlunto Jeffry Hibatullah.

Dalam pemaparannya, Yovie Widianto menegaskan bahwa ekonomi kreatif adalah “tulang punggung bangsa” yang berakar pada kekayaan seni dan budaya. “Indonesia punya keunikan hebat dan mendunia. Potensi ini harus kita hargai dan kembangkan,” ujarnya, seraya mencontohkan Orkes Gumarang yang karya-karyanya lahir dari kolaborasi dan menginspirasi banyak orang. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor seperti ICCN adalah ruang indah yang memetakan keunikan budaya Indonesia. “AI bisa membantu, tetapi tidak punya hati dalam berkarya,” tambahnya, mengingatkan bahwa sentuhan manusia tetap tak tergantikan.

Dukungan juga datang dari Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha yang menilai pengakuan UNESCO atas kuliner Padang akan mengangkat martabat budaya Indonesia di mata dunia. “Indonesia punya modal kuat untuk menjadi kekuatan besar di bidang kebudayaan. Ada lima elemen penting: inspirasi, konsistensi, model, ruang ekspresi, dan apresiasi. Jika semua beriringan, kebudayaan kita akan semakin berdaya,” ungkapnya. Ia mencontohkan tarian Kecak Bali yang mendunia berkat kolaborasi dan sinergi sejak lahir pada 1930.

Giring menilai Rakornas ICCN di Padang menjadi ajang penting, di mana 90 insan kreatif dari berbagai daerah bertukar ide berbasis kekayaan budaya lokal. Ia menegaskan, karya dan kreasi tidak akan berkembang tanpa ruang ekspresi memadai, dan ICCN menjadi jembatan strategis antara komunitas masyarakat dan pemerintah daerah. “Pelestarian budaya tidak cukup hanya menjaga warisan, tetapi juga memberdayakannya agar bernilai ekonomi dan menarik generasi muda,” katanya.

Ia menutup dengan ajakan kolaborasi. “Kementerian Kebudayaan siap menjadi mitra dalam setiap langkah ICCN untuk menguatkan budaya di daerah,” tegasnya. (pzv)

Komentar