Padang, RANAHNEWS.com – Upaya pencegahan bencana ekologis mulai digencarkan di Sumatera Barat melalui Gerakan Penanaman 1 Juta Pohon. Kota Padang dipilih sebagai lokasi perdana peluncuran program yang diinisiasi Komunitas Rumah Aktivis Sejahtera tersebut.
Rencana ini mengemuka dalam pertemuan Wali Kota Padang Fadly Amran dengan jajaran Komunitas Rumah Aktivis Sejahtera di Rumah Dinas Wali Kota Padang, Rabu (7/1/2026). Program penanaman pohon ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperbaiki kualitas lingkungan sekaligus mengurangi risiko bencana di masa depan.
Wali Kota Padang Fadly Amran menegaskan bahwa bencana banjir yang kerap terjadi tidak hanya dipicu oleh curah hujan tinggi, tetapi juga dipengaruhi oleh kerusakan struktur tanah, adanya patahan, serta fenomena likuifaksi. Menurutnya, penanaman pohon harus dipandang sebagai investasi jangka panjang bagi keberlanjutan lingkungan.
“Kita sangat mendukung program ini, dan kami berharap kolaborasi dalam Program 1 Juta Pohon ini dapat berjalan berkelanjutan, tidak hanya untuk jangka pendek, tetapi juga sebagai investasi lingkungan jangka panjang bagi Kota Padang dan daerah sekitarnya,” ujar Fadly Amran.
Ketua Komunitas Rumah Aktivis Sejahtera, Febri Yandi Putra, menyampaikan bahwa pada tahap awal atau launching perdana di Kota Padang, pihaknya menargetkan penanaman sebanyak 2.000 pohon. Secara keseluruhan, target penanaman di wilayah Kota Padang mencapai 10.000 pohon.
“Jenis tanaman yang akan kami tanam meliputi pohon buah, tanaman hutan, tanaman produktif, serta tanaman rekomendasi seperti rumput vetiver dan bambu, yang dinilai efektif untuk penguatan lereng dan pengendalian erosi,” jelas Febri.
Ia menambahkan, kegiatan launching penanaman pohon dijadwalkan berlangsung pada akhir Januari 2026. Untuk wilayah Kota Padang, fokus penanaman akan dilakukan di empat Daerah Aliran Sungai (DAS), yakni Batang Kuranji, Air Dingin, Batang Kandis, dan DAS Batu Busuk.
“Ini bukan hanya tentang recovery pascabencana, tetapi juga bagaimana menjaga lingkungan agar bencana ekologis tidak terulang kembali, baik lima maupun sepuluh tahun mendatang,” pungkasnya. (rn/*/pzv)














Komentar