Nevi Zuairina: Ketegasan Presiden Prabowo Soal BUMN Sejalan dengan Perjuangan PKS

Parlemen385 Dilihat

Jakarta, RANAHNEWS – Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PKS, Hj. Nevi Zuairina, menilai ketegasan Presiden Prabowo Subianto dalam Pidato Nota Keuangan RAPBN 2026 merupakan langkah penting untuk menyelamatkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Ia menegaskan sikap Presiden sejalan dengan perjuangan Fraksi PKS yang sejak lama mendorong pengelolaan BUMN lebih sehat dan profesional.

Menurut Nevi, Presiden dengan tegas menekankan bahwa BUMN harus mampu meraih keuntungan maksimal sekaligus memberi manfaat besar bagi rakyat.

“Ketegasan Presiden Prabowo untuk menjadikan BUMN sebagai perusahaan yang sehat secara finansial adalah langkah yang tepat dan sejalan dengan perjuangan Fraksi PKS selama ini,” ujar Nevi Zuairina.

Ia menyoroti kondisi banyak BUMN yang justru merugi dalam jumlah besar. Berdasarkan data CEO Danantara, dari 1.064 perusahaan BUMN, sekitar 52 persen menderita kerugian dengan total mencapai Rp50 triliun per tahun. Bagi Nevi, angka tersebut mencerminkan lemahnya kompetensi dan integritas jajaran Komisaris maupun Direksi.

“Banyaknya BUMN yang rugi adalah cerminan manajemen yang tidak kompeten dan tidak berintegritas. Presiden Prabowo jelas ingin memperbaiki ini, dan itu pula yang sejak lama kami perjuangkan,” tegas Legislator Sumbar II tersebut.

Dalam pidatonya, Presiden juga menyinggung praktik tidak adil yang masih terjadi, seperti Komisaris yang hanya rapat sebulan sekali tetapi tetap menerima tantiem hingga Rp40 miliar per tahun. Padahal, prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG) semestinya menjadi acuan utama dalam pengelolaan BUMN.

Nevi menilai lemahnya penerapan GCG semakin tampak dengan maraknya operasi tangkap tangan (OTT) terhadap jajaran Direksi maupun Komisaris BUMN. Ia mengingatkan bahwa Pasal 1A ayat (1) huruf f UU No. 1 Tahun 2025 tentang BUMN dengan jelas mengamanatkan pentingnya penerapan prinsip tersebut.

“Maka kami mendesak agar Kementerian BUMN benar-benar menjalankan amanat Presiden Prabowo tersebut. Jangan hanya berhenti pada retorika, tetapi diwujudkan dalam kebijakan dan langkah konkret agar BUMN dapat kembali sehat dan memberi kontribusi nyata bagi negara,” tutup Nevi Zuairina. (rn/*/pzv)

Komentar