Nevi Tekankan Peran Koperasi Perempuan dalam Ekonomi Kerakyatan

Ekonomi38 Dilihat

Semarang, RANAHNEWS.com — Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PKS, Hj. Nevi Zuairina, mendorong penguatan koperasi perempuan melalui INKOSSUMA sebagai pilar ekonomi kerakyatan dalam forum Silaturahmi Koperasi Salimah Nasional (SILATKOS) dan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2025 di Semarang.

Kegiatan tersebut diselenggarakan secara luring, sementara Nevi menyampaikan sambutannya secara daring. Dalam kesempatan itu, ia menegaskan pentingnya peran koperasi, khususnya yang digerakkan perempuan, dalam menopang ekonomi keluarga dan nasional.

Nevi mengapresiasi konsistensi INKOSSUMA dalam melaksanakan RAT tepat waktu sebagai bentuk tata kelola koperasi yang sehat, transparan, dan akuntabel. Ia menyebut RAT sebagai forum tertinggi dalam koperasi sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian.

“Penyelenggaraan RAT ini menjadi bukti bahwa INKOSSUMA dikelola secara profesional dan memiliki komitmen kuat terhadap prinsip-prinsip koperasi. Ini penting untuk menjaga kepercayaan anggota sekaligus memperkuat peran koperasi di tengah tantangan ekonomi global,” ujar Nevi.

Sebagai mitra kerja Kementerian Koperasi dan UKM, ia menyatakan DPR RI terus mendorong peningkatan kontribusi koperasi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional yang ditargetkan mencapai 5,5 persen pada 2026. Menurutnya, INKOSSUMA memiliki posisi strategis sebagai koperasi sekunder yang tidak hanya menjalankan fungsi ekonomi, tetapi juga fungsi sosial dalam pemberdayaan perempuan.

“Koperasi perempuan terbukti lebih tangguh dan memiliki tingkat kedisiplinan yang tinggi, termasuk dalam pengelolaan keuangan. Maka memperkuat INKOSSUMA berarti memperkuat ekonomi keluarga sekaligus fondasi ekonomi nasional,” tegasnya.

Nevi juga menyoroti pentingnya transformasi digital dalam pengelolaan koperasi. Ia mendorong INKOSSUMA mengadopsi sistem digital agar pengelolaan keuangan dan pelayanan anggota menjadi lebih efisien serta terintegrasi secara nasional.

“Digitalisasi bukan lagi pilihan, tetapi keharusan. Dengan sistem yang terintegrasi, koperasi akan lebih mudah berkembang dan mampu menjawab kebutuhan zaman,” jelas Nevi.

Lebih lanjut, ia menyampaikan Komisi VI DPR RI tengah mengawal pembahasan RUU Perkoperasian yang diarahkan pada modernisasi koperasi, termasuk penguatan pengawasan, perluasan akses pembiayaan, serta dukungan terhadap digitalisasi.

“Koperasi harus terus bertransformasi agar mampu menghadapi tantangan ekonomi yang dinamis. Saya yakin INKOSSUMA dapat menjadi contoh koperasi perempuan yang maju, mandiri, dan berdaya saing,” pungkasnya. (rn/*/pzv)

Komentar