Padang, RANAHNEWS.com — Persoalan tarif, kualitas, dan distribusi air minum menjadi sorotan Garda Muda Merah Putih (GMMP) dalam aksi demonstrasi di Kantor Perumda Air Minum Kota Padang, Sumatera Barat, Rabu (12/8/2026). Massa meminta penjelasan terkait pelayanan yang dinilai belum sesuai dengan tarif yang dibayarkan pelanggan.
Koordinator aksi GMMP Ferdiansyah mengatakan pihaknya menerima sejumlah keluhan masyarakat terkait kualitas air dan ketidakpastian distribusi.
“Kami datang untuk menyampaikan tuntutan terkait tarif pembayaran air minum Kota Padang, kualitas air, dan jam distribusinya. Kami melihat di lapangan masih kurang ideal dan tidak sesuai,” kata Ferdiansyah.
Menurutnya, keluhan pelanggan antara lain air keruh, waktu aliran yang tidak menentu, hingga aliran air yang terhenti.
“Tarifnya sangat mahal, sementara kualitas airnya sangat minim. Mulai dari keruh, hidupnya tidak tahu kapan, bahkan ada yang mati total,” ujarnya.
GMMP juga meminta penjelasan mengenai dugaan 44 kepala keluarga (KK) di kawasan Lubuk Kilangan yang tercatat sebagai pelanggan Perumda Air Minum Kota Padang, tetapi disebut tidak mendapatkan aliran air.
“Di Lubuk Kilangan ada dugaan 44 KK yang terdaftar namanya di Perumda Air Minum Kota Padang, tetapi kondisi airnya tidak ada di sana. Itu juga yang ingin kami minta kejelasan,” katanya.
Massa meminta Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Padang menemui mereka untuk memberikan penjelasan. Namun, hingga aksi berlangsung, Direktur Utama disebut belum menemui massa.
Ferdiansyah mengatakan GMMP akan menunggu pihak manajemen. Jika tidak ada pertemuan, massa berencana menggelar aksi lanjutan.
“Kami akan menunggu beberapa saat sampai Pak Dirut keluar dan mau bertemu dengan kami. Kalau hari ini tidak bisa bertemu, insyaallah kami akan melakukan aksi berjilid-jilid,” ujarnya.
Ia menegaskan aksi lanjutan akan dilakukan hingga persoalan pelayanan air bersih yang dikeluhkan masyarakat memperoleh kejelasan dan penyelesaian.
“Khususnya warga Kota Padang mendapatkan kualitas air dan mendapatkan haknya,” tegas Ferdiansyah.
Sementara itu, Perumda Air Minum Kota Padang sebelumnya menyebut gangguan distribusi air di sejumlah wilayah turut dipengaruhi kondisi intake yang terdampak banjir.
Material berupa batu, pasir, kayu, dan lumpur sempat menyumbat sejumlah intake. Kondisi tersebut mengganggu proses pengolahan air dan distribusi air kepada pelanggan. (rn/*/pzv)














Komentar