Literasi Media dan Dampak MBG Ditekankan di Sungai Nanam

Nasional41 Dilihat

Kabupaten Solok, RANAHNEWS.com — Upaya memperkuat literasi media dan mengoptimalkan dampak ekonomi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi pesan utama dalam Safari Ramadhan Pemerintah Kabupaten Solok di Masjid Nurul Iman, Taratak Tangah, Nagari Persiapan Sungai Nanam Selatan, Kecamatan Lembah Gumanti, Selasa (24/2/2026). Pemerintah daerah menilai kecermatan menyaring informasi dan dukungan terhadap program strategis menjadi kunci menjaga stabilitas sosial sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat.

Bupati Solok, Jon Firman Pandu, mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, terutama terkait kinerja dan program pemerintah daerah maupun pusat. Ia menilai ruang digital saat ini menjadi medan utama peredaran informasi yang belum tentu benar.

“Kalau ada informasi yang membuat ragu atau terasa tidak tepat, silakan dikonfirmasi dan cek kebenarannya terlebih dahulu. Jangan sampai kita terpengaruh isu yang tidak benar dan akhirnya merugikan kepentingan bersama,” ujarnya.

Menurutnya, literasi media berperan penting dalam menjaga kepercayaan publik terhadap kebijakan pemerintah serta memelihara stabilitas sosial di tengah masyarakat.

Selain itu, Bupati menekankan pentingnya melihat Program Makan Bergizi Gratis sebagai investasi jangka panjang. Ia menyebut program tersebut bukan sekadar bantuan makan, melainkan langkah strategis untuk menyiapkan generasi yang sehat dan berkualitas.

“Gizi anak-anak hari ini menentukan masa depan bangsa. Ini bukan hanya soal makan gratis, tapi tentang kualitas sumber daya manusia ke depan,” katanya.

Ia juga menyoroti efek berlapis program MBG terhadap perekonomian lokal. Keterlibatan petani, peternak, dan pelaku UMKM dalam rantai pasok bahan pangan dinilai membuka peluang usaha sekaligus menciptakan lapangan pekerjaan. Dengan demikian, program tersebut diharapkan mampu menggerakkan ekonomi nagari dan memperkuat ketahanan pangan daerah.

Dalam kesempatan itu, Bupati memaparkan Safari Ramadhan tahun ini dibagi menjadi 10 tim yang menjangkau seluruh wilayah Kabupaten Solok. Keterlibatan kepala organisasi perangkat daerah dalam setiap tim dimaksudkan agar aspirasi masyarakat dapat didengar langsung dan ditindaklanjuti sesuai kewenangan. Ia menegaskan Safari Ramadhan bukan sekadar agenda seremonial, melainkan forum dialog antara pemerintah dan masyarakat.

Wali Nagari Persiapan Sungai Nanam Selatan, Jon Rahman, melaporkan wilayahnya dihuni sekitar 3.010 kepala keluarga dengan jumlah penduduk lebih dari 8.000 jiwa. Ia berharap Sungai Nanam Selatan segera ditetapkan sebagai nagari definitif agar pelayanan publik semakin optimal.

Bupati menyatakan dukungan terhadap pemekaran nagari di Kabupaten Solok, termasuk rencana pembentukan empat nagari baru di kawasan Sungai Nanam, guna mempercepat pembangunan dan distribusi anggaran.

Kegiatan diawali dengan tausyiah oleh Dendi, yang mengangkat tema Lima Penghalang Pahala Sedekah. Acara berlangsung khidmat dan ditutup dengan silaturahmi antara pemerintah daerah dan masyarakat.

Menutup kegiatan, Bupati kembali mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga kebersamaan, terutama pascabencana hidrometeorologi yang sempat melanda wilayah Kabupaten Solok.

“Dengan persatuan, kecerdasan bermedia, dan sikap positif terhadap program pemerintah, kita bisa melangkah lebih kuat ke depan,” pungkasnya. (E_J)

Komentar