Sidak Takjil di Padang, 25 Sampel Ditargetkan Diuji

News75 Dilihat

Padang, RANAHNEWS.com — Pengawasan pangan selama Ramadan di Kota Padang diperketat melalui inspeksi mendadak di Pasar Pabukoan, Kamis (26/2/2026). Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Padang bersama Pemerintah Kota Padang mengambil sampel makanan dan minuman untuk diuji guna memastikan keamanan konsumsi masyarakat.

Salah satu lokasi yang diperiksa adalah Pasar Pabukoan Imam Bonjol di pusat Kota Padang. Kegiatan ini merupakan bagian dari intensifikasi pengawasan pangan selama Ramadan, terutama terhadap makanan siap saji dan takjil yang dijual di pusat keramaian.

Kepala BBPOM di Padang, Martin Suhendri, mengatakan pengawasan dilakukan dengan pengambilan sampel yang langsung diuji menggunakan mobil laboratorium keliling. Selain pengujian, tim juga memberikan edukasi kepada pedagang dan masyarakat mengenai keamanan pangan.

“Sejauh ini kami telah melakukan pengawasan di sejumlah kota dan kabupaten dengan hasil pengujian yang memuaskan. Khusus di Kota Padang, kami menargetkan pengambilan sekitar 20 hingga 25 jenis sampel pangan selama Ramadan, dengan fokus pada makanan siap saji, termasuk takjil yang dijual di pusat keramaian,” ujarnya.

Ia mengimbau masyarakat menerapkan prinsip Cek KLIK, yakni Cek Kemasan, Cek Label, Cek Izin Edar, dan Cek Kedaluwarsa, saat memilih pangan olahan. Masyarakat juga diminta mewaspadai ciri pangan yang diduga mengandung bahan berbahaya.

“Misalnya mie atau ikan yang tidak dihinggapi lalat sebagai indikasi mengandung formalin, makanan yang terlalu kenyal seperti karet yang diduga mengandung boraks, serta kerupuk berwarna merah muda mencolok dan berpendar yang diduga mengandung pewarna tekstil Rhodamin B,” tegasnya.

Menjelang Lebaran, BBPOM di Padang juga akan melakukan pengawasan khusus terhadap paket parcel untuk mencegah produk mendekati masa kedaluwarsa dimasukkan ke dalam kemasan.

“Kami mengimbau pelaku usaha memastikan setiap produk dalam parcel memiliki masa kedaluwarsa minimal tiga minggu setelah Hari Raya Idulfitri. Ketentuan ini penting karena masyarakat umumnya tidak langsung mengonsumsi seluruh isi parcel saat Lebaran,” jelasnya.

Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, menyampaikan apresiasi atas langkah proaktif BBPOM di Padang dalam melakukan pengawasan rutin selama Ramadan.

“Kehadiran petugas di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat membeli takjil dan kebutuhan Lebaran memberikan rasa aman bagi konsumen,” ujarnya.

Ia mengajak pedagang menjaga kualitas dan keamanan produk agar kepercayaan masyarakat terhadap pangan yang beredar tetap terjaga.

“Ini bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam melindungi masyarakat. Kita ingin memastikan warga merasa aman menikmati hidangan, terutama selama Ramadan hingga menjelang Lebaran ketika variasi makanan semakin banyak,” pungkasnya. (rn/*/pzv)

Komentar