Kunjungi Malang, DPR Soroti Ketergantungan Impor Bawang Putih

Ekonomi27 Dilihat

Malang, RANAHNEWS.com — Anggota Komisi IV DPR RI Rahmat Saleh menegaskan penguatan sektor hulu, khususnya penyediaan bibit, sebagai kunci mencapai swasembada bawang putih nasional pada 2029, saat memimpin kunjungan kerja di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Selasa (21/4/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Rahmat menyoroti tingginya ketergantungan Indonesia terhadap impor bawang putih yang masih mencapai sekitar 90 persen, sementara tingkat kemandirian baru berada di kisaran 10 persen.

“Saat ini kita masih impor 90%, baru 10% kita mandiri. Kita berharap tahun 2029, sesuai arahan Presiden Prabowo, kita bisa swasembada bawang putih. Salah satu titik pentingnya ada di sektor hulu, yaitu bibit,” ujar Rahmat.

Berdasarkan data tahun 2025, produksi bawang putih nasional tercatat sebesar 356.442,92 kuintal atau setara sekitar 356.000 ton. Angka tersebut masih jauh dibandingkan kebutuhan nasional yang mencapai 700.000 ton per tahun.

Rahmat menjelaskan, kemampuan produksi petani dalam negeri saat ini baru sekitar 4.000 ton per tahun, sehingga diperlukan percepatan penyediaan dan distribusi bibit berkualitas oleh Kementerian Pertanian untuk meningkatkan produksi.

Dalam dialog bersama pemerintah desa dan kelompok tani di Malang, Komisi IV DPR RI juga menerima berbagai masukan terkait keterbatasan pupuk, minimnya alat pertanian, serta ketidakpastian harga saat panen.

“Dari target pengembangan lahan seluas 100.000 hektar secara nasional, baru sekitar 2.500 hektar yang bisa kita subsidi bibitnya,” ungkapnya.

Rahmat meminta Kabupaten Malang dapat berperan sebagai salah satu daerah penyokong utama kebutuhan bibit nasional, seiring upaya peningkatan produksi dalam negeri.

“Kami berkomitmen untuk melakukan ekstensifikasi dan intensifikasi lahan serta pemberian stimulan bibit untuk memastikan target swasembada 2029 tercapai,” pungkasnya. (rn/*/pzv)

Komentar