Padang, RANAHNEWS – Proses demokrasi yang adil dan terpercaya tidak dimulai di bilik suara, melainkan dari daftar pemilih yang akurat. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sumatera Barat memahami betul hal itu. Karena itu, mereka menggelar Rapat Koordinasi Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan tahun 2025, Kamis (26/6/2025), di Aula Kantor KPU Sumbar, Jalan Pramuka, Padang.
Rapat ini menjadi titik awal penting menuju Pemilu 2029. Berlandaskan Peraturan KPU Nomor 1 Tahun 2025, pemutakhiran data dilakukan setelah seluruh tahapan Pemilu dan Pilkada berakhir, sebagai bentuk pengelolaan data pemilih yang berkesinambungan.
Menariknya, rapat koordinasi ini tidak hanya melibatkan unsur pemilu semata. Sejumlah institusi strategis hadir dan menyatukan langkah. Mulai dari Kapolda Sumbar, Danrem 032/Wirabraja, Danlantamal, Danlanud, hingga Bawaslu. Bahkan instansi sipil seperti Kementerian Agama, Dinas Dukcapil, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, dan Dinas PMD juga duduk bersama.
Ketua KPU Sumbar, Surya Efitrimen, menyebut sinergi ini sebagai kunci. “Pemutakhiran data bukan hanya soal teknis, tetapi menyangkut kepercayaan publik. Kami ingin proses ini terkelola dengan baik sejak awal,” ujar Surya, didampingi Medo Patria dan Hamdan selaku jajaran KPU.
Menurutnya, akurasi daftar pemilih harus ditopang indikator yang jelas dan sistem yang terbuka. Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan seluruh lembaga untuk menjamin validitas data.
“Kami ingin mencegah potensi kekeliruan data pemilih, sebab di sanalah fondasi demokrasi bermula. Koordinasi ini bukan seremoni, tapi kerja nyata menuju pemilu yang lebih bersih,” kata Surya.
Melalui rakor ini, KPU Sumbar membangun harapan baru agar Pemilu dan Pilkada mendatang dapat berlangsung dengan lebih transparan, inklusif, dan terpercaya. (rn/*/pzv)











Komentar