Hipnoterapi dan Bahasa Sugesti, Penelitian Sisca Oktri Santi Tuai Apresiasi

Pendidikan267 Dilihat

Padang, RANAHNEWS – Bahasa tidak hanya menjadi sarana menyampaikan pesan, tetapi juga memiliki daya memengaruhi pikiran, emosi, bahkan membantu memulihkan kondisi psikologis. Fakta ini ditegaskan lewat penelitian Sisca Oktri Santi, mahasiswa Pascasarjana Program Studi Linguistik Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas, yang resmi meraih gelar Magister Linguistik setelah mempertahankan tesis berjudul Tindak Tutur Bahasa Sugesti pada Pengalam Gangguan Cemas dalam Praktik Hipnoterapi Refri Syahlil, Senin (11/8/2025).

Dalam kajiannya, Sisca meneliti secara mendalam tindak tutur bahasa sugesti dalam praktik hipnoterapi, sebuah topik yang jarang diangkat di Indonesia dari perspektif pragmatik. Penelitiannya memadukan analisis lokusi dan perlokusi pada setiap sesi hipnoterapi, sekaligus menelaah bahasa sugesti yang digunakan di tiap tahapan hipnosis untuk memengaruhi pikiran dan perilaku klien.

“Penelitian ini tidak hanya memberi kontribusi pada pengembangan kajian pragmatik, tetapi juga bermanfaat bagi praktisi hipnoterapi untuk memahami strategi komunikasi yang lebih persuasif, etis, dan tepat sasaran,” ujar Sisca usai sidang.

Ia mengaku terkesima menemukan banyak fenomena kebahasaan yang menunjukkan betapa bahasa memiliki kekuatan dahsyat. Menurutnya, teori yang dikembangkan oleh Austin, Searle, dan Wijana membuktikan bahwa tindakan dapat dilakukan melalui ujaran, yang menyampaikan makna, tujuan, sekaligus memberikan dampak pada lawan bicara.

“Bahasa bukan sekadar rangkaian kata atau tulisan. Lebih dari itu, bahasa dapat menjadi instrumen perubahan, bahkan mampu membentuk konstruksi sosial. Hal ini nyata dalam bahasa sugesti yang digunakan hipnoterapis kepada kliennya. Kekuatan bahasa ini juga sering dibahas salah seorang penguji saya, Dr. Ike Revita,” ungkapnya.

Penelitian ini menghasilkan sejumlah temuan penting dan keterbaruan yang berpotensi menjadi pijakan bagi riset lanjutan di bidang linguistik, hipnoterapi, maupun psikologi.

“Tema tesis ini sangat menarik. Gangguan cemas adalah masalah yang kerap dialami banyak orang, dan jika tidak teratasi dapat berdampak buruk secara psikologis. Kajian ini menunjukkan bahwa bahasa memiliki daya yang dapat membantu mengatasinya,” kata pembimbing tesis, Prof. Dr. Drs. Oktavianus, M.Hum., tokoh linguistik Indonesia.

Sisca mengaku lega telah menuntaskan tahapan akademik ini. Baginya, gelar magister bukan sekadar pencapaian pendidikan, melainkan pemahaman keilmuan yang lebih mendalam di bidang linguistik.

“Saya berterima kasih kepada semua pihak yang telah memberi dukungan, terutama para pembimbing, Prof. Dr. Drs. Oktavianus, M.Hum., dan Dr. Fajri Usman, M.Hum., serta para penguji Dr. Aslinda, M.Hum., Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., dan Dr. Sawirman, M.Hum. Saya sangat beruntung bisa belajar di Linguistik Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas,” tutur Pemimpin Redaksi SumbarFokus.com ini dengan mata berbinar. (rn/*/pzv)

Komentar