Padang, RANAHNEWS — Kongres VII Ikatan Alumni Universitas Andalas (IKA Unand) 2025 dibuka dengan suasana penuh optimisme ketika ratusan alumni lintas profesi berkumpul di Hotel ZHM Premier Padang, Sabtu (29/11/2025). Pertemuan besar ini memperlihatkan bagaimana jejaring alumni Unand terus memainkan peran penting dalam dinamika nasional, sejalan dengan tema kongres: “Sinergi Alumni Universitas Andalas Berdampak untuk Indonesia Maju.”
Kehadiran tokoh-tokoh strategis, mulai dari Menteri Pertanian Amran Sulaiman (melalui Zoom), Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) M. Qodari, Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri, hingga sejumlah kepala daerah, mempertegas posisi IKA Unand sebagai kekuatan sosial yang semakin berpengaruh.
Dalam sambutannya, Rektor Universitas Andalas Eva Yonedi menekankan bahwa hubungan erat antara kampus dan alumni merupakan prasyarat penting untuk mempercepat transformasi Unand menuju perguruan tinggi berkelas dunia.
Pada alinea terpisah, ia menegaskan, “IKA Unand adalah kekuatan strategis yang mampu mendorong banyak perubahan, baik untuk kampus maupun untuk Indonesia.”
Isu kebencanaan menjadi sorotan utama Ketua IKA Unand 2021–2025, Dr. Rustian. Ia menilai bahwa ancaman bencana yang merata di Indonesia menuntut kontribusi konkret dari para alumni, terutama mereka yang bekerja di sektor strategis.
“Tidak ada zona rendah. Peran alumni Unand dalam kebencanaan sangat vital dalam upaya pengurangan risiko,” ujarnya.
Rustian memaparkan bahwa pemerintah pusat menangani 15–20 kejadian bencana setiap hari, sementara pemerintah daerah menghadapi situasi lebih kompleks. Karena itu, ia mendorong kolaborasi antara alumni, perguruan tinggi, BMKG, BRIN, BNPB, hingga pemanfaatan teknologi seperti weather modification untuk mitigasi banjir dan cuaca ekstrem.
Kontribusi alumni dalam dunia kebencanaan sebenarnya telah terlihat. Rumah instan tahan gempa yang dikembangkan alumni Unand kini diadopsi secara nasional. Alumni juga terlibat dalam penyusunan regulasi kebencanaan dan pendidikan publik. Bahkan, sinergi dengan kampus melahirkan Program Magister Pendidikan Bencana sebagai pusat pendidikan regional di Sumatera, yang menjadi ruang belajar bagi BPBD se-Indonesia.
“Ini menjadi ruang belajar penting bagi BPBD provinsi dan kabupaten/kota se-Indonesia,” tambahnya.
Dari perspektif nasional, Kepala KSP M. Qodari menyampaikan apresiasi atas soliditas IKA Unand. Ia menilai Unand sebagai salah satu representasi pendidikan tinggi terbaik di Sumatera, sekaligus pemasok figur strategis dalam berbagai institusi publik.
“Andalas itu nama lain dari Sumatera, jadi wajar Unand menjadi representasi perguruan tinggi di pulau ini,” kata Qodari.
Ia berharap Kongres VII IKA Unand 2025 menghasilkan program kolaboratif yang mendukung agenda pembangunan nasional, mengingat banyak alumni yang kini memegang posisi strategis di pemerintahan dan lembaga negara.
Kongres ini juga menjadi momentum penting dengan hadirnya sembilan calon Ketua Umum IKA Unand periode 2025–2029. Para kandidat akan melalui rangkaian sidang organisasi sebelum proses pemilihan. Hasil kongres diharapkan memperkuat jaringan alumni dan melahirkan rekomendasi strategis bagi pembangunan daerah maupun nasional. (rn/*/pzv)














Komentar