Kabupaten Solok, RANAHNEWS.com — Dukungan penanganan pascagalodo di Kabupaten Solok diperkuat jajaran Partai Gerindra Sumatera Barat dengan pengerahan alat berat dan relawan untuk membantu membersihkan material serta mendukung evakuasi warga terdampak.
Galodo menerjang sejumlah kawasan di Kabupaten Solok, Senin (21/9/2026) malam, termasuk Nagari Batang Barus dan Nagari Koto Gaek Guguk, Kecamatan Gunung Talang, serta kompleks perkantoran pemerintah daerah. Material lumpur, batu, kayu, dan sampah turut menutup sejumlah titik terdampak.
Penanganan bencana masih berlangsung setelah material galodo merusak sejumlah fasilitas pemerintahan, kendaraan, dan berdampak terhadap warga. Data dampak di lapangan juga masih dalam proses pendataan.
Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Ruseimy turut berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Solok untuk mengetahui kondisi lapangan, dampak bencana, proses pencarian dan penyelamatan, kondisi akses jalan, serta kebutuhan mendesak.
Dukungan peralatan juga datang dari Ketua DPD Gerindra Sumbar Andre Rosiade. Sebanyak tiga unit ekskavator dan dua unit dump truck dikirim untuk membantu membersihkan puing, lumpur, sampah, dan material lain yang terbawa galodo.
Bantuan alat berat tersebut ditujukan untuk mendukung percepatan pembersihan material, proses evakuasi, serta pembukaan kembali akses masyarakat yang terdampak.
Gerakan di lapangan kemudian diperkuat jajaran Laskar Gerindra Sumbar. Laskar Gerindra Kabupaten Solok bersama Laskar Gerindra Kota Solok turun membantu warga dan mendukung pekerjaan evakuasi di lokasi terdampak.
Sejumlah unsur Laskar Gerindra dari kabupaten dan kota lain di Sumatera Barat juga direncanakan merapat ke Solok pada Rabu pagi untuk memperkuat tim yang telah berada di lapangan.
Di lokasi bencana, dukungan diarahkan pada kebutuhan penanganan yang dapat langsung dilakukan, mulai dari pembersihan material hingga membantu warga yang membutuhkan pertolongan.
Jajaran DPC Gerindra Kabupaten Solok di bawah komando Jon Firman Pandu bersama anggota Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Solok Hafni Hafiz, Iskan Nofis, dan Tasman Putra juga disebut turun membantu penanganan masyarakat terdampak.
Mereka bergerak bersama pemerintah daerah, BPBD, TNI, Polri, Basarnas, relawan, dan masyarakat yang sejak malam kejadian melakukan evakuasi serta penanganan darurat.
Pemerintah Kabupaten Solok telah menetapkan masa tanggap darurat bencana selama 14 hari sejak Selasa, 22 September 2026.
Penanganan galodo tersebut berlangsung melalui kerja bersama berbagai unsur untuk membantu masyarakat terdampak, membuka akses, dan membersihkan material yang masih memenuhi sejumlah titik. (E_J)












Komentar