Agam, RANAHNEWS — Dorongan agar pemerintah menetapkan bencana di Sumatera Barat sebagai bencana nasional kembali menguat setelah banjir galodo melanda hampir seluruh wilayah provinsi tersebut. Skala kerusakan yang luas serta korban jiwa yang terus bertambah dinilai menuntut penanganan yang lebih besar dari pemerintah pusat.
Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat Ridwan Dt. Tumbijo menilai pemerintah daerah perlu segera mengusulkan status bencana nasional agar percepatan bantuan dan pemulihan dapat berjalan optimal.
“Dampaknya sangat besar dan meluas, sehingga diperlukan penanganan yang lebih komprehensif,” ujar Ridwan.
Ia menyampaikan pandangan itu saat meninjau lokasi terdampak sekaligus mengikuti proses evakuasi korban banjir galodo di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, pada Jumat (28/11/2025). Menurutnya, banjir bandang tersebut menyapu permukiman warga dan menyebabkan banyak penduduk terseret arus maupun tertimpa bangunan.
“Data terakhir menunjukkan 37 orang meninggal dunia, sementara puluhan lainnya masih belum ditemukan,” kata Ridwan.
Pandangan serupa disampaikan Kapolsek Palembayan, AKP Alwizi, yang menilai banjir galodo menimbulkan kerusakan parah pada fasilitas umum dan akses transportasi.
“Banyak jalan dan sarana publik terputus akibat terjangan banjir,” tutur Alwizi. (rn/*/pzv)













Komentar