Padang, RANAHNEWS.com — Event olahraga lari BOM Run 2026 disepakati sebagai salah satu penggerak kebangkitan pariwisata Sumatera Barat melalui konsep sport tourism. Kesepakatan tersebut mengemuka dalam diskusi pariwisata pascabencana yang digelar di Istana Gubernur Sumatera Barat, Jumat (13/3/2026).
Forum yang berlangsung dalam suasana buka puasa bersama itu mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, asosiasi pariwisata, pelaku ekonomi kreatif, hingga media. Diskusi tersebut membahas strategi menggerakkan kembali sektor pariwisata daerah.
Kegiatan ini diinisiasi Ketua TP2 Dewi Sumatera Barat, Zuhrizul. Hadir pula Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah Sumatera Barat Sari Lenggogeni serta Ketua DPD Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies Sumatera Barat periode 2026–2031, Nadirsyah Bakri.
Dalam diskusi tersebut, para peserta menilai kegiatan olahraga yang dikaitkan dengan pariwisata dapat menjadi strategi efektif untuk menggerakkan kembali sektor pariwisata daerah.
Salah satu kegiatan yang dinilai memiliki potensi besar adalah BOM Run 2026, ajang lari yang digagas Ikatan Alumni SMA Negeri 3 Padang (Ikasmantri). Kegiatan ini menjadi bagian dari kontribusi alumni untuk menghadirkan event olahraga berskala luas sekaligus mempromosikan potensi pariwisata Sumatera Barat.
Ketua Pelaksana BOM Run 2026, Revdi Iwan Syahputra, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut tidak sekadar lomba lari, tetapi dirancang sebagai momentum untuk menggerakkan ekonomi daerah melalui konsep sport tourism.
Para peserta diskusi juga sepakat memberikan dukungan bersama, termasuk merancang rangkaian kegiatan Road to BOM Run yang akan digelar dalam suasana mudik dan libur Lebaran.
Rangkaian kegiatan itu direncanakan tidak hanya menghadirkan aktivitas olahraga, tetapi juga melibatkan berbagai sektor ekonomi masyarakat, seperti festival kuliner, pameran UMKM, serta promosi destinasi wisata kota.
Beberapa kawasan yang dinilai potensial menjadi bagian dari rangkaian kegiatan tersebut antara lain Kota Tua Padang dan Gunung Padang yang memiliki nilai sejarah dan panorama menarik bagi wisatawan.
Dalam forum itu, Yulviadi Adek yang juga pemilik Kupi Batigo menilai kolaborasi antara komunitas, ekonomi kreatif, dan event olahraga dapat memperkuat daya tarik pariwisata daerah.
Diskusi juga menyoroti pentingnya penyusunan road map pariwisata Sumatera Barat, penguatan destination branding, serta peluang pasar wisata internasional, termasuk gagasan penerbangan langsung dari Yunnan, Tiongkok, ke Padang.
Dengan dukungan berbagai pihak tersebut, BOM Run 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga menjadi penggerak promosi wisata, kuliner, UMKM, dan destinasi sejarah di Sumatera Barat. (rn/*/pzv)













Komentar