Pesisir Selatan, RANAHNEWS – Di tengah puing dan luka akibat bencana alam yang melanda, harapan mulai tumbuh kembali di Nagari Rantau Simalenang, Air Haji, Pesisir Selatan. Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan resmi memulai pembangunan kembali rumah warga terdampak banjir dan tanah longsor 7 Maret lalu. Peletakan batu pertama oleh Bupati Hendrajoni, Selasa (27/5), menandai awal dari proses panjang pemulihan bagi lebih dari seribu keluarga.
“Ini bukan sekadar membangun rumah, ini adalah simbol bahwa kita tidak membiarkan warga berjalan sendiri,” ujar Bupati Hendrajoni saat memberikan sambutan.
Berdasarkan pendataan pemerintah daerah, sebanyak 1.240 rumah mengalami kerusakan, terdiri atas 241 unit rusak berat, 509 unit rusak sedang, dan 490 unit rusak ringan. Dampaknya sangat nyata, tidak hanya secara fisik, tetapi juga terhadap kondisi psikologis masyarakat yang harus kehilangan tempat tinggal.
“Bencana ini meninggalkan luka besar, terutama di sektor perumahan. Tapi kita tidak tinggal diam,” tegas Bupati.
Melalui bantuan Dana Siap Pakai (DSP) dari BNPB sebesar Rp 37,08 miliar, Pemkab Pesisir Selatan mulai menyalurkan bantuan sesuai tingkat kerusakan rumah warga. Bantuan sebesar Rp 15 juta diberikan untuk rumah rusak ringan, Rp 30 juta untuk rusak sedang, dan Rp 60 juta untuk pembangunan kembali rumah rusak berat dengan tipe 36.
Pelaksanaan pembangunan diserahkan kepada PT Haza Gemilang Abadi, yang menggunakan model Rumah Instan Sehat Aman (RISHAM) agar rumah yang dibangun tidak hanya layak huni, tetapi juga tahan terhadap kondisi bencana ke depan.
“Pembangunan ini menggunakan standar rumah sehat dan aman. Kita ingin memastikan warga kembali tinggal di rumah yang betul-betul melindungi,” kata Hendrajoni.
Simbol awal pemulihan itu diwujudkan di rumah Ibu Pepy Mayulita, yang menjadi lokasi peletakan batu pertama. Warga sekitar menyambut hangat kegiatan tersebut, menaruh harapan besar bahwa proses rekonstruksi ini akan mengembalikan kehidupan mereka ke titik semula.
Bupati juga mengajak seluruh pihak untuk terlibat aktif dalam pengawasan pembangunan, agar mutu dan waktu pengerjaan berjalan sesuai rencana.
“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Pemerintah, penyedia jasa, dan masyarakat harus bersinergi untuk memastikan rehabilitasi ini benar-benar menyentuh kebutuhan warga,” ujarnya.
Di akhir kegiatan, Hendrajoni menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah mendukung proses ini, termasuk BNPB dan unsur pimpinan daerah. Turut hadir Ketua DPRD Pesisir Selatan Darmansyah, Wakil Bupati Risnaldi Ibrahim, serta Forkopimca Linggo Sari Baganti yang memperkuat sinergi lintas sektor dalam proses pemulihan ini.
“Ini adalah awal dari perjalanan panjang menuju pemulihan. Mari kita kawal bersama agar bencana tidak menghilangkan harapan,” tutup Bupati. (rn/*/pzv)

















Komentar