BGN Lakukan Investigasi, Operasional SPPG Sungai Rumbai Distop

News58 Dilihat

Dharmasraya, RANAHNEWS.com — Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dharmasraya Sungai Rumbai menyusul dugaan gangguan kesehatan yang dialami puluhan siswa di Kecamatan Sungai Rumbai, Rabu (4/2/2026). Penghentian dilakukan untuk kepentingan investigasi lanjutan dan menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

Keputusan tersebut tertuang dalam Surat Badan Gizi Nasional Nomor 297/D.TWS/02/2026 tertanggal 4 Februari 2026 yang ditujukan kepada Kepala SPPG Dharmasraya Sungai Rumbai. Dalam surat itu disebutkan bahwa operasional dihentikan sementara hingga proses pemeriksaan selesai.

BGN menjelaskan, keputusan diambil berdasarkan laporan Kepala SPPG setempat terkait dugaan gangguan kesehatan, hasil investigasi singkat di lapangan oleh Koordinator Regional Provinsi Sumatera Barat, serta pertimbangan pimpinan BGN atas terjadinya Kejadian Menonjol berupa gangguan pencernaan pada sejumlah penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Penghentian operasional dilakukan sebagai langkah kehati-hatian sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dari Dinas Kesehatan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Dharmasraya, Drs. Jasman Dt Bandaro Bendang, MM, menyatakan pemerintah daerah menghormati dan mendukung langkah cepat yang diambil oleh BGN demi menjamin keamanan dan keselamatan masyarakat.

“Pemkab Dharmasraya mendukung sepenuhnya penghentian sementara operasional SPPG Sungai Rumbai oleh BGN sebagai langkah cepat dan kehati-hatian program MBG di Kabupaten Dharmasraya,” ujarnya.

Ia menyampaikan bahwa sampel makanan telah diambil dan dikirim ke laboratorium Dinas Kesehatan serta BPOM di Padang untuk dilakukan pemeriksaan. Hasil pemeriksaan tersebut akan segera disampaikan kepada BGN dan instansi terkait.

“Sampel makanan telah diambil dan dikirim ke laboratorium Dinas Kesehatan serta BPOM di Padang untuk dilakukan pemeriksaan. Hasilnya akan kami sampaikan segera kepada BGN dan instansi terkait. Keselamatan dan kesehatan penerima manfaat adalah prioritas utama,” kata Jasman.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Dharmasraya terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan, pihak SPPG, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, BGN, serta unsur Forkopimda guna memastikan proses pemeriksaan berjalan cepat, akurat, dan transparan.

Selain itu, pemerintah daerah juga berkoordinasi dengan RSUD dan puskesmas setempat yang menangani pasien untuk memantau kondisi siswa yang mengalami gangguan kesehatan.

“Kita menunggu hasil laboratorium dari Dinas Kesehatan dan BPOM serta berkoordinasi dengan seluruh SPPI dan SPPG agar mentaati standar operasional prosedur keamanan SPPG sebagaimana diatur dalam Surat Edaran Kepala BGN,” jelasnya.

Jasman mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak berspekulasi. Pemerintah daerah memastikan seluruh pasien mendapatkan penanganan medis sesuai prosedur, sementara penyebab pasti kejadian masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium. (rn/*/pzv)

Komentar