Benchmarking ke Semarang, Pemko Padang Siapkan Penataan Kawasan Kota Tua

Pariwisata185 Dilihat

Semarang, RANAHNEWS — DPRD Kota Padang menyambut positif langkah Pemerintah Kota Padang yang melakukan benchmarking ke Kota Semarang sebagai upaya mempercepat pengembangan kawasan bersejarah Kota Tua Padang. Langkah ini dinilai sebagai bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam menghidupkan potensi warisan budaya sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di ibu kota Sumatera Barat.

Rombongan benchmarking yang dipimpin Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, didampingi sejumlah kepala perangkat daerah serta Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat, Lila Yanwar, disambut hangat oleh Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin, bersama Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Indriyasari, di kawasan Kota Lama Semarang, Rabu (12/11/2025).

Menurut Maigus Nasir, Kota Semarang dipilih karena dianggap berhasil menata dan menghidupkan kawasan Kota Lama menjadi destinasi wisata berkelas nasional. “Banyak hal yang bisa kita adopsi dari Semarang, terutama bagaimana menjadikan kawasan kota tua yang tertata, hidup, serta menjadi magnet wisata dan pusat ekonomi kreatif,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Pemerintah Kota Padang telah menyiapkan langkah konkret untuk memulai penataan kawasan Kota Tua. Anggaran telah dialokasikan melalui APBD Kota Padang, dan tahap awal penataan akan dimulai pada Desember 2025 di tiga titik utama kawasan bersejarah tersebut.

“Selain ke Semarang, kami juga akan melakukan benchmarking ke DKI Jakarta untuk mempelajari pengelolaan kawasan bersejarah seperti Kota Tua Jakarta, termasuk sinergi lintas sektor dalam menjaga warisan budaya dan mendorong wisata perkotaan yang modern serta berkelanjutan,” tambah Maigus.

Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin, menjelaskan bahwa keberhasilan revitalisasi Kota Lama Semarang tidak lepas dari strategi kolaboratif antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Menurutnya, revitalisasi tersebut mencakup perencanaan tata ruang yang matang, pelestarian bangunan cagar budaya, serta pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya yang memberi manfaat langsung bagi warga.

“Kunci keberhasilan kami adalah kolaborasi dan komitmen berbagai pihak. Dengan sinergi, kita tidak hanya menjaga nilai sejarah, tetapi juga menghidupkan potensi ekonominya,” ujar Iswar.

Langkah benchmarking ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam mewujudkan wajah baru kawasan Kota Tua Padang, bukan hanya sebagai ikon sejarah, tetapi juga pusat aktivitas ekonomi kreatif dan wisata unggulan yang berdaya saing. (rn/*/pzv)

Komentar