Banjir Sumbar Memburuk, Dony Oskaria Soroti Ilegal Logging dan Koordinasi BUMN

News229 Dilihat

Padang, RANAHNEWS — Gelombang banjir dan longsor yang melanda Sumatera Barat dalam beberapa hari terakhir tidak hanya merusak pemukiman dan infrastruktur, tetapi juga memutus sejumlah akses utama. Situasi ini memicu perhatian berbagai pihak, termasuk Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, yang menilai penanganan bencana harus dilakukan secara terpadu dan disertai langkah hukum terhadap penyebab kerusakan lingkungan.

Dony menyerukan agar seluruh BUMN terlibat aktif membantu korban bencana melalui program BUMN Peduli. Ia menekankan bahwa kehadiran dan koordinasi cepat sangat dibutuhkan untuk memastikan bantuan tersalurkan tepat sasaran.

“Kepada seluruh BUMN agar ikut membantu saudara kita di Sumatera Barat melalui BUMN Peduli,” ujar Dony Oskaria dalam pernyataan resminya, Sabtu (29/11/2025).

Ia juga meminta Polda Sumatera Barat mengusut dugaan perusakan hutan yang dinilai memperparah banjir. Menurutnya, bencana tersebut tidak sepenuhnya disebabkan faktor alam, melainkan akibat kerusakan kawasan hutan yang terus terjadi.

“Banjir ini terjadi akibat pembalakan hutan. Tangan manusia yang membuat bencana ini. Kapolda harus usut perusakan hutan liar di Sumbar,” jelasnya.

Dony mengingatkan bahwa potensi cuaca ekstrem masih tinggi sehingga penanganan darurat perlu dipercepat untuk mencegah risiko lanjutan, terutama longsor baru. Ia menegaskan bahwa seluruh pihak harus bekerja dalam satu komando serta memprioritaskan keselamatan masyarakat.

Ia berharap aparat penegak hukum merespons segera dan menindaklanjuti temuan tersebut. Menurutnya, kerja cepat dan terarah akan menentukan kelancaran upaya pemulihan serta membantu masyarakat Sumatera Barat bangkit dari situasi darurat tersebut. (rn/*/pzv)

Komentar