Anak Putus Sekolah di Huntara Senen Kini Kembali Belajar

Jakarta, RANAHNEWS.com — Kesempatan untuk kembali mengenyam pendidikan menjadi kebahagiaan tersendiri bagi warga penghuni Hunian Sementara (Huntara) Senen, Jakarta Pusat. Seorang anak yang sebelumnya putus sekolah kini dapat kembali belajar melalui Program Sekolah Rakyat setelah keluarganya mendapatkan hunian yang lebih layak.

Kisah haru tersebut terungkap saat Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria, berdialog dengan warga ketika meninjau Huntara Senen, Selasa (3/11/2026).

Dalam kesempatan itu, seorang warga menyampaikan rasa syukur karena anaknya yang sempat berhenti sekolah kini kembali memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan melalui program pemerintah tersebut.

“Alhamdulillah, Pak. Apalagi semenjak adanya Sekolah Rakyat, anak saya yang sebelumnya putus sekolah akhirnya bisa sekolah lagi,” ungkap warga tersebut kepada Dony.

Mendengar pengakuan itu, Dony menyambutnya dengan antusias.

“Wah, mantap!” jawabnya.

Bagi warga tersebut, kesempatan anaknya kembali bersekolah menjadi kebahagiaan yang tidak ternilai. Sebab, selama ini keterbatasan ekonomi dan kondisi kehidupan menjadi tantangan bagi keluarga untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anak.

Saat berdialog, Dony juga menyapa sejumlah penghuni huntara dan menanyakan kebahagiaan mereka setelah menempati hunian baru.

“Senang, ya? Senang banget, ya? Happy?” tanya Dony.

“Happy,” jawab warga secara kompak.

Dony berharap keberadaan hunian tersebut membawa keberkahan dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.

“Insyaallah, mudah-mudahan berkah usahanya. Kompak-kompak, ya,” ujarnya.

Menurut Dony, pembangunan Huntara Senen merupakan bagian dari upaya menghadirkan manfaat nyata keberadaan badan usaha milik negara (BUMN) bagi masyarakat, khususnya kelompok yang membutuhkan perhatian dan dukungan.

“Kegiatan hari ini kita mengunjungi rumah yang dibangun oleh BUMN secara bersama-sama. Kita ingin keberadaan BUMN itu memang dirasakan oleh masyarakat,” kata Dony.

Ia menyebut penyediaan hunian tersebut juga menjadi bentuk kepedulian Presiden Prabowo Subianto dan Sekretaris Kabinet terhadap masyarakat kecil.

Warga yang sebelumnya tinggal di bantaran rel kereta api kini mendapatkan kesempatan untuk menempati hunian yang lebih layak. Sebagian besar penghuni merupakan pekerja yang berprofesi sebagai pemulung dan selama ini menghadapi keterbatasan ekonomi.

Namun, Dony menegaskan, peningkatan kualitas kehidupan masyarakat tidak cukup hanya melalui penyediaan tempat tinggal. Pendidikan juga harus menjadi perhatian agar anak-anak memiliki masa depan yang lebih baik.

“Kalau kita tinggal di tempat yang sudah enak, sekolahnya juga harus bagus supaya masa depannya baik,” ujarnya.

Ia menekankan tidak boleh ada anak yang kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan hanya karena keterbatasan ekonomi maupun kondisi tempat tinggal.

“Yang penting, anak-anak harus sekolah. Jangan sampai anak-anaknya tidak sekolah. Kita bantu masukin Sekolah Rakyat,” katanya.

Dony menjelaskan, Sekolah Rakyat menyediakan berbagai fasilitas bagi peserta didik, mulai dari kebutuhan makan, tempat tinggal, hingga pendidikan.

“Sekolah itu bisa mengubah masa depan. Jadi, anak-anak harus sekolah. Kalau di Sekolah Rakyat, mereka sudah dapat makan, tempat tidur, pendidikan, semuanya sudah diurusin,” tutur Dony.

Ia memastikan pemerintah berupaya membuka akses pendidikan seluas-luasnya bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

“Bisa, semua bisa. Nanti kita urus supaya anak-anak sekolah. Tujuan Bapak Presiden kan semua rakyat Indonesia harus mampu mengakses pendidikan, apa pun levelnya,” tambahnya.

Selain hunian dan akses pendidikan, kawasan Huntara Senen juga dilengkapi sejumlah fasilitas pendukung, seperti masjid, ruang keluarga, serta ruang berkumpul bagi warga.

Fasilitas olahraga juga tengah disiapkan, termasuk rencana pembangunan lapangan mini soccer yang dapat dimanfaatkan anak-anak.

Menurut Dony, keberadaan fasilitas tersebut penting untuk mendukung tumbuh kembang anak melalui aktivitas fisik dan interaksi sosial di lingkungan yang sehat.

“Ini penting buat anak-anak kita. Mereka bisa bersosialisasi dengan sehat, di lingkungan yang sehat. Harapannya, tentu mereka tumbuh menjadi anak-anak yang sehat dan kuat untuk masa depan bangsa kita,” ungkapnya.

Program penyediaan Huntara Senen merupakan hasil kolaborasi BUMN di bawah koordinasi PT Kereta Api Indonesia (KAI) sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kehadiran hunian tersebut menjadi salah satu bentuk komitmen pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dalam menghadirkan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat.

Bagi penghuni Huntara Senen, perubahan yang dirasakan tidak hanya berkaitan dengan tempat tinggal yang lebih layak. Kesempatan anak-anak untuk kembali mengenyam pendidikan juga menjadi harapan baru bagi keluarga.

Salah seorang warga bahkan menyampaikan rasa bangganya kepada Presiden Prabowo karena anaknya yang sempat putus sekolah kini dapat kembali belajar.

“Kepada Pak Prabowo, saya bangga, Pak. Sehat-sehat Bapak Presiden. Berkat Bapak, anak saya yang putus sekolah sekarang bisa sekolah lagi,” tuturnya. (rn/*/pzv)

Komentar