Muhidi: Peran Guru dan Literasi Kunci Lahirkan Generasi Unggul

Padang, RANAHNEWS.com — Peran guru dan penguatan budaya literasi menjadi dua fondasi penting dalam membentuk generasi muda yang berilmu, berkarakter, dan mampu menghadapi tantangan masa depan. Karena itu, pelajar didorong untuk menghargai bimbingan guru, membiasakan membaca, serta bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu.

Pesan tersebut disampaikan Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Muhidi, saat menghadiri kegiatan Latihan Menulis dan Literasi tingkat SMA negeri dan swasta angkatan ke-5, Selasa (3/11/2026).

Muhidi mengatakan, keberhasilan dalam pendidikan membutuhkan kesungguhan siswa dalam belajar serta kesediaan mengikuti arahan dan bimbingan guru. Menurutnya, sekolah harus dimanfaatkan sebagai tempat menambah ilmu dan mempersiapkan masa depan.

“Kalau ingin sukses, kita harus punya ilmu. Setiap pergi ke sekolah, niatkan untuk menambah ilmu. Pemerintah sudah menyiapkan guru di sekolah, maka datanglah, belajar, dan dengarkan apa yang disampaikan guru,” ujar Muhidi.

Ia menegaskan, proses memperoleh ilmu tidak dapat dipisahkan dari peran seorang pembimbing. Setiap orang yang ingin mengembangkan kemampuan dan mencapai cita-cita membutuhkan arahan dari mereka yang memiliki pengetahuan serta pengalaman.

Menurut Muhidi, peran guru tidak sebatas menyampaikan materi pelajaran di ruang kelas, tetapi juga membimbing siswa dalam mengenali dan mengembangkan potensi diri.

“Orang tidak akan sukses dalam belajar kalau tidak ada guru. Jika ingin menjadi ilmuwan, harus ada guru. Kalau ingin menjadi pengusaha, ada mentor. Atlet membutuhkan coach, dan dalam politik ada suhu yang membimbing,” katanya.

Muhidi juga mengingatkan para pelajar agar menghormati guru dan memperhatikan setiap nasihat yang diberikan. Ia menilai, bimbingan pendidik merupakan bagian penting dalam mengarahkan siswa menjadi pribadi yang lebih baik.

“Guru yang ikhlas adalah guru yang mampu membimbing. Karena itu, hormati guru dan dengarkan baik-baik apa yang disampaikan. Dari guru kita mendapatkan ilmu dan arah untuk melangkah,” ungkapnya.

Selain menghargai peran guru, Muhidi mendorong pelajar menjadikan membaca sebagai kebiasaan untuk memperluas wawasan. Menurutnya, literasi berperan dalam meningkatkan kemampuan memahami persoalan, menganalisis informasi, serta membangun pola pikir kritis dan logis.

“Datang ke sekolah itu untuk menambah ilmu. Salah satu jalannya adalah membaca. Literasi sangat penting karena membantu kita berpikir kritis dan logis,” tuturnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya doa dalam setiap usaha meraih cita-cita. Para siswa diminta senantiasa berdoa sesuai agama dan keyakinan masing-masing sebagai bagian dari ikhtiar spiritual dalam menjalani kehidupan.

Muhidi menilai, kesungguhan belajar, bimbingan guru, kebiasaan membaca, dan doa merupakan unsur yang saling melengkapi dalam membangun keberhasilan seseorang.

Melalui kegiatan Latihan Menulis dan Literasi angkatan ke-5 tersebut, ia berharap para pelajar semakin mencintai pendidikan, menghormati guru, serta menjadikan literasi sebagai kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari. (rn/*/pzv)

Komentar