Komisi Informasi Sumsel Studi Tiru ke Sumbar, Pelajari Strategi Monev Keterbukaan Informasi

News285 Dilihat

Padang, RANAHNEWS – Komisi Informasi (KI) Sumatera Selatan melakukan studi tiru ke KI Sumatera Barat untuk mendalami Monitoring dan Evaluasi (Monev) keterbukaan informasi publik. Kunjungan ini berlangsung di Kantor KI Sumbar, Jumat (21/02/2024), dan dihadiri Ketua KI Sumsel M. Fathoni, perwakilan Diskominfo Sumsel, serta staf KI Sumsel. Sementara dari pihak tuan rumah, hadir Ketua KI Sumbar Musfi Yendra, para komisioner, sekretaris, serta staf KI Sumbar.

Ketua KI Sumbar, Musfi Yendra, menyambut baik kunjungan ini dan berharap pertukaran informasi dapat memberikan manfaat bagi peningkatan transparansi di Sumsel. “Selamat datang di KI Sumatera Barat. Semoga kunjungan ini membantu dalam memahami sistem Monev yang telah kami terapkan,” ujar Musfi.

Ketua KI Sumsel, M. Fathoni, mengungkapkan bahwa pihaknya ingin mempelajari pengalaman KI Sumbar dalam meningkatkan efektivitas Monev. “Kami pernah melaksanakan Monev di Sumatera Selatan, tetapi tingkat partisipasi badan publik masih rendah. Karena itu, kami ingin belajar dari Sumatera Barat,” ungkapnya.

Komisioner Bidang Kelembagaan KI Sumbar, Mona Sisca, menjelaskan bahwa Monev telah diterapkan di Sumbar sejak 2015 dan tahun ini diikuti oleh 422 badan publik. Monev di Sumbar mencakup 11 kategori badan publik, termasuk OPD, instansi vertikal, lembaga yudikatif, pemerintah kabupaten/kota, pemerintah nagari/desa, BUMD/Bumnag/Bumdes, perguruan tinggi, serta penyelenggara pemilu seperti KPU dan Bawaslu.

Wakil Ketua KI Sumbar, Tanti Endang Lestari, menambahkan bahwa penilaian Monev di Sumbar menggunakan enam indikator utama, yaitu digitalisasi, jenis informasi, kualitas informasi, komitmen organisasi, sarana prasarana, serta inovasi dan strategi. “Kami menyusun lebih dari 60 pertanyaan yang harus dijawab badan publik, baik dalam bentuk dokumen maupun informasi yang diumumkan di website dan media sosial,” jelasnya.

Tanti juga menjelaskan bahwa KI Sumbar telah mengembangkan aplikasi khusus untuk Monev, bekerja sama dengan Diskominfotik Sumbar. “Dulu kami melakukan Monev secara manual, tapi sekarang dengan aplikasi ini prosesnya lebih cepat dan efisien,” tambahnya.

Melalui studi tiru ini, diharapkan KI Sumsel dapat mengadaptasi strategi dan metode Monev yang telah diterapkan di Sumbar guna meningkatkan keterbukaan informasi di wilayahnya. (rn/*/pzv)

Komentar