Penguatan Rantai Pasok Jadi Kunci Daya Saing Ekspor Perikanan Indonesia

Jakarta, RANAHNEWS.com — Penguatan rantai pasok, standar mutu, dan akses pasar ekspor menjadi perhatian dalam upaya meningkatkan daya saing hasil laut Indonesia sekaligus memastikan nelayan memperoleh manfaat ekonomi yang adil. Hal tersebut menjadi salah satu fokus kunjungan Anggota Komisi IV DPR RI, Hj. Nevi Zuairina, ke perusahaan perikanan Aruna.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat pengelolaan hasil laut, mulai dari penanganan dan pengolahan hingga penyiapan produk perikanan untuk memenuhi kebutuhan pasar. Pertemuan itu juga membahas peluang pengembangan ekspor, penerapan standar mutu, serta tantangan rantai pasok sektor perikanan.

Nevi menilai potensi kelautan Indonesia perlu dikelola agar memberikan manfaat ekonomi nyata bagi masyarakat, terutama nelayan kecil yang menjadi bagian penting dalam produksi perikanan nasional.

“Indonesia memiliki potensi kelautan yang sangat besar. Kekayaan laut kita harus memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat, terutama nelayan kecil yang menjadi ujung tombak produksi perikanan nasional,” ujar Nevi.

Menurut legislator dari Sumatera Barat tersebut, perusahaan seperti Aruna memiliki peran strategis dalam menghubungkan hasil tangkapan nelayan dengan pasar yang lebih luas, termasuk pasar ekspor.

Untuk meningkatkan daya saing produk perikanan Indonesia, Nevi menekankan pentingnya menjaga kualitas hasil laut, memperkuat sistem rantai dingin (cold chain), serta memastikan ketertelusuran asal produk.

Ia juga mengingatkan bahwa peningkatan ekspor perlu diiringi dengan upaya memastikan nelayan memperoleh harga yang adil dan akses pasar berkelanjutan.

“Ekspor perikanan tidak boleh hanya berorientasi pada peningkatan nilai perdagangan. Kita harus memastikan nelayan memperoleh harga yang adil, memiliki akses pasar yang berkelanjutan, dan mendapatkan manfaat dari pertumbuhan industri,” tegasnya.

Nevi turut mendorong sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat pesisir untuk memperkuat hilirisasi produk perikanan sehingga nilai tambah dapat ditingkatkan di dalam negeri.

Ia berharap inovasi dan kemitraan yang dikembangkan Aruna dapat menjadi contoh penguatan ekosistem perikanan modern yang tetap berpihak kepada nelayan.

“Dengan kolaborasi yang kuat, sektor kelautan dan perikanan Indonesia dapat menjadi penggerak ekonomi nasional, membuka lapangan kerja, meningkatkan devisa, sekaligus menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata bagi masyarakat pesisir,” pungkas Nevi Zuairina. (rn/*/pzv)

Komentar