Padang, RANAHNEWS.com — Wali Kota Padang Fadly Amran menyatakan komitmennya untuk terus memperkuat mitigasi bencana di Kota Padang saat menerima audiensi Tim Peneliti Sekolah Pascasarjana Universitas Andalas (Unand) di ruang kerjanya, Balai Kota Padang, Aie Pacah, Rabu (17/6/2026).
Audiensi tersebut membahas hasil riset bertajuk “Riset Pemberdayaan Masyarakat dalam Kesiapsiagaan Mandiri Menghadapi Ancaman Gempa Megathrust Mentawai dan Tsunami di Kota Padang” yang akan diserahkan kepada Pemerintah Kota Padang pada 29 Juni mendatang.
Ketua Program Studi Magister Manajemen Bencana Sekolah Pascasarjana Unand, Prof. Yenny Narny, menjelaskan bahwa pertemuan itu sekaligus untuk mengundang Wali Kota Padang menghadiri kegiatan penyerahan hasil riset yang merupakan kerja sama antara Sekolah Pascasarjana Unand dan PT Pegadaian.
Menurut Prof. Yenny, riset tersebut menghasilkan sejumlah luaran strategis yang mendukung penguatan kesiapsiagaan masyarakat, terutama bagi warga di kawasan pesisir yang berpotensi terdampak gempa megathrust Mentawai dan tsunami.
Adapun hasil utama riset meliputi rancangan shelter berbasis masjid serta produk Early Warning System (EWS) berbasis komunitas yang dirancang tim peneliti Unand dan dapat dikelola secara mandiri oleh komunitas masjid.
“Riset ini melibatkan berbagai disiplin ilmu guna menghasilkan model mitigasi bencana yang aplikatif dan dapat diterapkan langsung oleh masyarakat. Kami berharap hasil riset ini tidak hanya menjadi kajian akademis, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai acuan dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana,” ujar Prof. Yenny.
Fadly Amran mengapresiasi kontribusi kalangan akademisi dan sektor usaha dalam mendukung upaya pengurangan risiko bencana di Kota Padang. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Padang terus memperkuat berbagai program mitigasi bencana sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat.
Berbagai langkah yang dilakukan antara lain pemasangan sistem peringatan dini (early warning system) di sejumlah wilayah rawan bencana, edukasi kebencanaan melalui kegiatan jambore, serta pelaksanaan simulasi dan drill tsunami dalam skala besar.
“Kami berharap hasil riset tersebut dapat menjadi salah satu referensi dalam penyusunan kebijakan dan program pengurangan risiko bencana di Kota Padang, sekaligus memperkuat kapasitas masyarakat dalam menghadapi ancaman gempa megathrust Mentawai dan tsunami,” kata Fadly Amran.
Audiensi tersebut turut dihadiri Tim Percepatan Pembangunan (TPP) Kota Padang Prof. James Hellyward, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Didi Aryadi, Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang Hendri Zulviton, Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang Yenni Yuliza, serta Kepala Dinas Kominfo Kota Padang Tommy TRD. (rn/*/pzv)










Komentar