Pasaman, RANAHNEWS.com — Ketersediaan dan harga LPG 3 kilogram di Kabupaten Pasaman dan Pasaman Barat selama momentum Iduladha 1447 Hijriah disebut masih dalam kondisi wajar. Kondisi tersebut disampaikan sejumlah warga yang mengapresiasi pengawasan distribusi oleh Hiswana Migas dan pihak terkait.
Salah seorang warga Pasaman, Aguswanto, mengatakan distribusi LPG 3 kilogram di daerahnya masih berjalan normal meski permintaan meningkat saat perayaan Iduladha.
“Saya langsung pulang kampung sekaligus merayakan Iduladha, untuk mengetahui apakah benar harga di kampung saya Pasaman melonjak dengan tidak wajar, ternyata tidak demikian halnya, masih dengan harga wajar dan warga tidak keberatan,” ujar Aguswanto.
Menurutnya, jika ditemukan harga tinggi di tingkat pengecer, hal itu hanya dilakukan oleh oknum tertentu dan bukan terjadi secara menyeluruh.
“Kalaupun ada oknum pengecer memanfaatkan situasi, itu tidak semuanya. Bagi yang merasa dirugikan dengan harga tersebut laporkan saja, agar pengecer nakal tersebut bisa ditindak,” katanya.
Aguswanto juga meminta aparat penegak hukum segera mengambil tindakan apabila ditemukan penjualan LPG maupun BBM dengan harga di luar kewajaran agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat.
“Kalau ada oknum pengecer yang menjual harga BBM termasuk LPG di batas harga kewajaran, semestinya aparat kepolisian segera mengambil tindakan, agar tidak merembes ke mana-mana,” tambahnya.
Ia turut mengimbau masyarakat agar tidak membeli LPG dengan harga yang dianggap tidak wajar dan menyerahkan penanganannya kepada pihak berwenang.
“Warga jangan mau dibohongi dan diperas dengan harga tinggi. Jika itu terjadi jangan beli serta serahkan penjualnya pada kepolisian agar ditindak,” tegas Aguswanto.
Hal senada disampaikan Prima, seorang pengojek di Pasaman Barat. Ia mengaku masih mendapatkan LPG 3 kilogram dengan harga yang dinilai wajar dari pengecer di wilayahnya.
“Saya baru kemarin beli gas, harganya tidak mahal, masih wajar-wajar saja. Bapak boleh tanya sama yang lain, pasti mereka katakan harganya masih wajar,” ujar Prima, warga Simpang Ampek.
Prima mengaku tidak mengetahui kondisi harga LPG di daerah lain. Namun, ia memastikan harga di wilayah tempat tinggalnya masih stabil selama Iduladha berlangsung.
Diketahui, kebutuhan LPG 3 kilogram meningkat saat Iduladha karena masyarakat memerlukan bahan bakar tambahan untuk memasak hidangan kurban, termasuk rendang. (rn/*/pzv)










Komentar