Hoyak Tabuik Piaman 2026 Siap Dongkrak Pariwisata dan UMKM

Pariwisata33 Dilihat

Pariaman, RANAHNEWS.com — Rangkaian Pesona Budaya Hoyak Tabuik Piaman 2026 mulai dipersiapkan Pemerintah Kota Pariaman dengan fokus pada pelestarian tradisi, penguatan sektor pariwisata, serta peningkatan dampak ekonomi bagi masyarakat selama pelaksanaan agenda budaya tahunan tersebut.

Persiapan itu dibahas dalam rapat yang dipimpin Wakil Wali Kota Pariaman, Mulyadi, di Ruang Rapat Wali Kota Pariaman, Rabu (13/5/2026). Rapat dihadiri Forkopimda, jajaran OPD terkait, tokoh adat Pasa dan Subarang, serta panitia pelaksana.

Pemko Pariaman menetapkan rangkaian Pesona Hoyak Tabuik Piaman 2026 dimulai pada 16 Juni, dengan puncak acara berlangsung pada 28 Juni 2026.

Mulyadi menegaskan seluruh prosesi ritual Tabuik harus tetap menjaga keaslian tradisi lokal di tengah tingginya antusiasme masyarakat dan wisatawan yang diperkirakan kembali memadati Kota Pariaman.

“Pada prosesi nanti, kita meminta prosesi ritual dari Maambiak Tanah hingga Tabuik Dibuang Ka Lauik tetap menjaga kekompakkan dan keaslian tradisi lokal. Mengingat lonjakan pengunjung setiap tahunnya, penataan parkir, rekayasa lalu lintas, dan kenyamanan pengunjung di area pantai menjadi prioritas utama,” ujarnya.

Ia menyebut, penyelenggaraan Pesona Hoyak Tabuik Piaman juga diharapkan menjadi penggerak ekonomi masyarakat, mulai dari sektor kuliner, kerajinan tangan, hingga penginapan.

“Tidak hanya itu, salah satu iven yang kita gadangkan ini hendaknya harus menjadi penggerak ekonomi riil bagi masyarakat Kota Pariaman, mulai dari sektor kuliner hingga kerajinan tangan bahkan penginapan,” kata Mulyadi.

Selain itu, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kesehatan, dan Satpol PP diminta memastikan kebersihan lokasi serta keamanan selama seluruh rangkaian acara berlangsung.

Menurut Mulyadi, Pesona Budaya Hoyak Tabuik Piaman merupakan warisan budaya yang telah menjadi ikon Kota Pariaman selama lebih dari dua abad. Tahun ini, kegiatan tersebut diusung dengan tema “Magnificent West Sumatera: Tradisi yang tak Pernah Mati”.

Rangkaian prosesi budaya yang akan digelar meliputi Maambiak Tanah, Manabang Batang Pisang, Maradai, Turun Panja, Maatam, Maarak Jari-Jari, Maarak Saroban, Tabuik Naiak Pangkek, hingga Tabuik Dibuang Ka Lauik.

Selain prosesi utama, agenda tahun ini juga akan diramaikan dengan atraksi budaya Minangkabau, pertunjukan seni tradisional dan modern, Tabuik Culture Fashion Festival, Festival Kuliner Tradisional Piaman, serta bazar ekonomi kreatif yang melibatkan pelaku UMKM lokal.

“Kita juga ingin selain prosesi utama, acara Pesona Budaya Hoyak Tabuik Piaman Tahun 2026 juga akan diwarnai dengan beragam atraksi budaya Minangkabau, pertunjukan seni tradisional dan modern, Tabuik Culture Fashion Festival, Festival Kuliner Tradisional Piaman, serta bazar ekonomi kreatif yang melibatkan UMKM lokal,” ujarnya.

Mulyadi menegaskan kesiapan tim keamanan dan kesehatan menjadi perhatian utama selama pelaksanaan seluruh rangkaian kegiatan yang diperkirakan disaksikan ribuan masyarakat. (rn/*/pzv)

Komentar