Pemkab dan Baznas Dharmasraya Santuni Korban Kebakaran Simpang Pogang

News29 Dilihat

Dharmasraya, RANAHNEWS.com — Pemerintah Kabupaten Dharmasraya bersama Baznas menyalurkan bantuan darurat dan santunan kepada korban kebakaran di Simpang Pogang, Nagari IV Koto Pulau Punjung, menyusul meninggalnya salah seorang korban, Dahlia Agus Safitri (33), saat menjalani perawatan intensif di RSUD Sungai Dareh, Kamis (7/5/2026).

Bantuan disalurkan melalui Dinas Sosial P3APPKB bersama Dinas Kesehatan, Baznas, Camat Pulau Punjung, dan pemerintah nagari kepada tiga kepala keluarga terdampak kebakaran yang terjadi pada Rabu (6/5/2026).

Kepala Dinas Sosial P3APPKB Dharmasraya, Martin Effendi, mengatakan pihaknya bersama Dinas Kesehatan langsung bergerak sejak malam kejadian untuk memastikan kondisi korban dan kebutuhan keluarga terdampak.

“Kami bersama Dinas Kesehatan langsung membesuk korban di RSUD Sungai Dareh malam itu. Keesokan harinya kami bersama Baznas, camat, dan wali nagari turun ke lokasi kebakaran membawa bantuan darurat bagi keluarga terdampak,” ujarnya.

Bantuan yang disalurkan meliputi enam kasur, sembilan selimut, tiga paket peralatan dapur, 22 paket makanan siap saji, 37 paket lauk pauk siap saji, enam lembar terpal, 15 dus air mineral, 30 kilogram beras, tiga kilogram minyak goreng, tiga dus mi instan, enam kaleng sarden, tiga kilogram gula pasir, dan tiga karpet telur.

Selain bantuan logistik, Baznas Dharmasraya juga menyerahkan santunan sebesar Rp5 juta kepada keluarga korban. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Komisioner Baznas Dharmasraya, Ardios Monti Malano, kepada suami korban, Maidil Risko (40), disaksikan Camat Pulau Punjung Erik Harja dan Wali Nagari IV Koto Pulau Punjung David Iskan.

Kepala Dinas Kesehatan Dharmasraya, Yosta Defina, mengatakan pemerintah daerah akan terus mendampingi keluarga korban dan warga terdampak lainnya.

“Sesuai perintah Ibu Bupati kami akan terus berkoordinasi bersama seluruh pihak untuk memastikan kebutuhan keluarga terdampak dapat terpenuhi,” katanya.

Dahlia Agus Safitri meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif akibat luka bakar serius yang dialaminya dalam peristiwa tersebut.

Wali Nagari IV Koto Pulau Punjung, David Iskan, mengungkapkan korban mengalami luka bakar parah setelah kembali masuk ke rumah yang terbakar untuk menyelamatkan anaknya.

“Sebetulnya korban bisa saja selamat andai tidak masuk lagi ke dalam rumah. Namun karena naluri seorang ibu ingin menyelamatkan anaknya, beliau nekat masuk ke kobaran api,” ujarnya.

Menurut David, anak korban sebenarnya telah berhasil dievakuasi oleh petugas dan warga. Namun saat berada di dalam rumah, korban tertimpa balok kayu terbakar yang menyebabkan luka serius di sebagian besar tubuhnya.

Ia juga menyebut petugas pemadam kebakaran tiba sekitar 10 hingga 15 menit setelah kejadian.

“Sebetulnya Damkar datang cukup cepat, sekitar 10 sampai 15 menit dari saat kejadian. Itu dibuktikan bahwa rumah tersebut tidak hangus secara keseluruhan,” katanya.

Korban sebelumnya dibawa ke IGD RSUD Sungai Dareh pada Rabu pukul 10.10 WIB dengan luka bakar di bagian wajah, dada, punggung, dan kedua kaki. Berdasarkan diagnosis medis, korban mengalami luka bakar derajat dua dengan persentase mencapai 63 persen.

Kepala RSUD Sungai Dareh dr. Fitra Neza, M.Kes mengatakan rumah sakit telah memberikan penanganan maksimal sejak korban tiba di rumah sakit.

“Atas perintah Ibu Bupati, kami sudah memberikan pelayanan terbaik kepada pasien sejak awal masuk rumah sakit hingga dilakukan tindakan operasi dan perawatan intensif,” ujarnya.

Korban menjalani operasi pada Kamis pagi mulai pukul 09.30 WIB hingga 12.00 WIB dan sempat dalam kondisi stabil. Namun setelah dipindahkan ke ruang rawat inap, kondisi korban menurun dan mengalami sesak napas disertai penurunan kesadaran.

Tim medis sempat memberikan Bantuan Hidup Dasar sebanyak lima siklus. Meski berbagai upaya penyelamatan dilakukan, korban dinyatakan meninggal dunia di hadapan keluarga dan petugas medis.

Almarhumah Dahlia Agus Safitri meninggalkan seorang suami dan dua anak. Salah seorang anak korban juga masih menjalani perawatan intensif di RSUD Sungai Dareh akibat kebakaran tersebut. (akn)

Komentar