Rahmat Saleh Tegaskan Hilirisasi Gambir Kunci Kesejahteraan Petani

Ekonomi28 Dilihat

Pesisir Selatan, RANAHNEWS.com — Upaya mendorong hilirisasi gambir di Sumatera Barat kembali disuarakan Anggota Komisi IV DPR RI Rahmat Saleh saat menyerap aspirasi petani di Kampung Sei Nipah, Kecamatan IV Jurai, Pesisir Selatan, Minggu (3/5/2026). Ia menegaskan komitmen memperjuangkan bantuan bibit serta penguatan sistem pengelolaan komoditas tersebut.

Menurut Rahmat, gambir merupakan komoditas strategis yang perlu didorong tidak hanya dari sisi budidaya, tetapi juga pengelolaan hingga pemasaran agar memberi nilai tambah bagi petani.

“Kita ingin menyukseskan hilirisasi gambir. Kita perjuangkan bantuan bibit gambir, pendataan kelompok tani, serta pemanfaatan lahan yang masih siap tanam,” katanya.

Ia menyebutkan, masih banyak potensi lahan gambir di Pesisir Selatan yang belum dimaksimalkan sehingga membutuhkan dukungan bibit dan pendampingan untuk meningkatkan produktivitas petani.

Rahmat juga menyoroti pentingnya pembenahan sistem pengelolaan gambir agar memiliki nilai tambah. Upaya tersebut, kata dia, tengah dibahas bersama kementerian terkait.

“Terkait pengelolaan gambir, kita sudah membawa menteri. Sekarang prosesnya sedang dibahas, termasuk sistemnya bersama BTPN,” ujarnya.

Ia menegaskan, hilirisasi menjadi kunci agar petani tidak hanya menjual bahan mentah, melainkan memperoleh keuntungan lebih dari produk olahan.

“Kita akan selalu memastikan aspirasi petani akan terus diperjuangkan di tingkat pusat agar program bantuan dan pengembangan gambir dapat segera direalisasikan,” katanya.

Sebelumnya, Rahmat juga mendorong percepatan hilirisasi gambir dalam Rapat Koordinasi Kepala Daerah dan Forkopimda Sumbar bersama Menteri Pertanian pada September 2025. Ia menilai Sumatera Barat memiliki posisi penting karena menyumbang sekitar 80 persen ekspor gambir dunia, namun sebagian besar masih dijual dalam bentuk bahan mentah.

“Kalau ada pabrik pengolahan, petani bisa memperoleh harga yang lebih baik,” ujarnya saat rapat koordinasi tersebut.

Menurutnya, pembangunan industri pengolahan diperlukan agar nilai tambah gambir dapat dirasakan langsung oleh petani dan masyarakat di daerah.

Rahmat menekankan, hilirisasi gambir membutuhkan kerja sama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pelaku usaha.

“Ini tidak bisa jalan sendiri. Semua pihak harus bergerak bersama supaya rencana ini cepat terealisasi,” katanya. (rn/*/pzv)

Komentar