Pemkab Solok dan PLN Capai Target BPBL Hampir Sempurna

Ekonomi21 Dilihat

Kabupaten Solok, RANAHNEWS.com — Pemerintah Kabupaten Solok bersama PT PLN (Persero) UP3 Solok merealisasikan program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) Tahun 2025 kepada 1.395 rumah tangga dari target 1.399, atau mencapai 99,7 persen, sebagaimana disampaikan dalam rapat koordinasi evaluasi dan sinkronisasi data BPBL di Gedung C Setda, Kamis (23/4/2026).

Rapat tersebut dibuka Sekretaris Daerah Kabupaten Solok, Medison, yang menekankan pentingnya percepatan program melalui sinergi, akurasi data, dan disiplin pelaksanaan.

“Rakor hari ini adalah sebagai titik tolak perbaikan sistem pendataan, penguatan koordinasi, dan percepatan realisasi. Saya percaya, dengan kolaborasi yang solid dan disiplin data yang ketat, Kabupaten Solok akan segera mencapai target elektrifikasi 100%,” tegas Medison.

Ia juga mengingatkan agar usulan penerima BPBL memenuhi syarat administrasi, termasuk jarak rumah dengan tiang listrik tidak lebih dari 50 meter, agar tidak ditolak dan kuota bantuan tidak terbuang.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Jefrizal, menambahkan bahwa penerima BPBL merupakan rumah tangga tidak mampu yang belum memiliki akses listrik.

“Listrik adalah infrastruktur dasar pemerataan pembangunan. Dengan rasio elektrifikasi yang terus meningkat, kita membuka peluang bagi UMKM, pendidikan digital, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat Solok,” jelasnya.

Kepala Bagian Sumber Daya Alam Setda, Anthony Saliza, menyebutkan dari 4.247 rumah tangga yang diusulkan sejak 2024, sebanyak 2.080 telah disurvei dan divalidasi pada 2025. Dari jumlah tersebut, 1.467 dinyatakan valid dan siap sambung, sementara 613 belum memenuhi kriteria teknis.

Dari total yang valid, sebanyak 1.395 rumah tangga telah dialiri listrik dan sisanya direncanakan tersambung pada 2026. Untuk meningkatkan akurasi, Pemkab Solok juga menyiapkan aplikasi evaluasi BPBL 2026 dengan fitur input terstruktur, validasi otomatis, integrasi GPS, dan pembuatan dokumen secara otomatis.

Perwakilan PT PLN (Persero) UP3 Solok, Dito Nusa Putra, menjelaskan penerima BPBL 2025 tersebar di 13 kecamatan dan 31 nagari di Kabupaten Solok.

“Timeline pelaksanaan BPBL untuk Tahun 2026 masih menunggu keputusan final dari Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM dan PLN Pusat. Kami sangat berkomitmen untuk menyelesaikan seluruh tahapan tepat waktu,” jelasnya.

Ia menambahkan, alokasi awal BPBL 2026 untuk Kabupaten Solok sebanyak 2.778 rumah tangga masih akan melalui proses verifikasi dan survei lapangan.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan oleh Pemerintah Kabupaten Solok ini, dimana sejauh ini hanya Pemerintah Kabupaten Solok yang sangat concern dan serius menangani masalah BPBL, sehingga tidaklah mengherankan Kabupaten Solok mendapatkan porsi terbanyak BPBL di Provinsi Sumatera Barat untuk tahun 2025 dan 2026 ini. Kami mengharapkan kedepannya sinergi antara PT PLN (Persero), pemerintah daerah, kecamatan, dan pemerintah nagari di Kabupaten Solok akan semakin solid, karena sinergi tersebut sangat penting untuk keberhasilan program ini,” tutup Dito. (E_J)

Komentar