HUT ke-22 Dharmasraya, Pemkab Tegaskan Arah Pembangunan Daerah

News57 Dilihat

Dharmasraya, RANAHNEWS.com – Pemerintah Kabupaten Dharmasraya menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-22 di Lapangan Sepakbola Matador Seberang Piruko, Nagari Koto Baru, Selasa (6/1/2026), sebagai momentum refleksi perjalanan daerah sekaligus penegasan arah pembangunan ke depan.

Upacara berlangsung khidmat dengan Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani bertindak sebagai inspektur upacara dan IPDA Riko Surya sebagai komandan upacara. Pembacaan sejarah singkat berdirinya kabupaten disampaikan Ketua DPRD Dharmasraya Jemi Hendra, sementara pengibaran bendera dilakukan Paskibraka Kabupaten Dharmasraya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Leli Arni, unsur Forkopimda, pimpinan dan anggota DPRD, Kapolres Dharmasraya AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro, perwakilan Kodim 0310/SSD, Kejaksaan Negeri Dharmasraya, serta undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Annisa Suci Ramadhani menyampaikan bahwa usia 22 tahun menjadi fase penting untuk memperkuat fondasi pembangunan daerah yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2003 dan diresmikan pada 7 Januari 2004.

Ia menegaskan peringatan hari jadi memiliki makna retrospektif, introspektif, dan prospektif sebagai penghargaan terhadap perjuangan, evaluasi kinerja, serta pijakan merancang masa depan daerah.

“Usia 22 tahun merupakan fase penting untuk memperkuat fondasi pembangunan sekaligus memastikan arah kebijakan daerah tetap berpihak pada kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Mengusung tema “Dharmasraya Harmonis, Inovatif, dan Sejahtera”, pemerintah daerah menetapkan prioritas pembangunan pada sektor infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan penguatan ekonomi masyarakat.

Sepanjang 2025, pemerintah daerah meningkatkan dan merehabilitasi sejumlah ruas jalan kabupaten, provinsi, dan nasional guna memperkuat konektivitas antarwilayah dan nagari.

Di sektor infrastruktur dasar, layanan air bersih dioptimalkan melalui pengoperasian lima Instalasi Pengolahan Air (WTP), serta dukungan APBN lebih dari Rp111 miliar untuk pembangunan sumber daya air, pengendalian banjir, dan jaringan irigasi.

Di bidang pendidikan, Dharmasraya menjadi salah satu penerima Program Sekolah Rakyat dari Kementerian Sosial Republik Indonesia dengan nilai pembangunan mencapai Rp200 miliar.

Selain itu, pemerintah daerah juga melaksanakan program beasiswa, penguatan kompetensi digital, peningkatan sarana prasarana, serta pengembangan kapasitas guru dan tenaga kependidikan.

Sektor pertanian, peternakan, dan perikanan tetap menjadi penopang ekonomi daerah melalui pendekatan One Village One Product (OVOP), dengan penguatan sarana produksi, alat mesin pertanian, budidaya perikanan, serta dukungan pemasaran.

Pemerintah daerah juga memperluas akses telekomunikasi dengan menghadirkan tower BTS di wilayah blank spot untuk mendukung pembelajaran daring, pelayanan publik, dan aktivitas ekonomi masyarakat.

“Dengan kebersamaan dan inovasi, Dharmasraya mampu melangkah menuju masa depan yang lebih sejahtera dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat,” kata Annisa menutup sambutannya. (rn/*/pzv)

Komentar