Fadly Amran Tandatangani Adendum PMK3I, Fokus Kuliner

News22 Dilihat

Padang, RANAHNEWS.com — Wali Kota Padang Fadly Amran menandatangani adendum Berita Acara Uji Petik Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia (PMK3I) sebagai langkah awal mengarahkan Padang menuju kota gastronomi dunia. Penandatanganan dilakukan di Gedung Film Pesona Indonesia, Senin (9/2/2026), bersama Direktur Fasilitasi Infrastruktur Kementerian Ekonomi Kreatif, Fahmy Akmal.

Adendum tersebut menandai perubahan subsektor ekonomi kreatif unggulan Kota Padang dari seni pertunjukan menjadi subsektor kuliner, berdasarkan hasil penilaian dan kajian mendalam yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

Fadly Amran menyampaikan perubahan subsektor lokomotif itu ditetapkan untuk memperkuat posisi Kota Padang dalam pengembangan ekonomi kreatif berbasis kuliner, sekaligus mendukung upaya masuk ke jejaring Unesco Creative Cities Network (UCCN).

“Kita sudah melakukan kajian mendalam bersama seluruh stakeholder, dan disimpulkan kita beralih kepada subsektor kuliner. Hal ini sekaligus untuk memperkuat posisi Kota Padang dalam upaya menjadi kota gastronomi dunia dan menjadi bagian dari jejaring Unesco Creative Cities Network,” ujar Fadly Amran.

Ia menambahkan, berdasarkan perhitungan tahapan yang telah disusun, Kota Padang membutuhkan waktu sekitar dua tahun untuk memperoleh pengakuan internasional sebagai kota gastronomi.

“Kita sudah hitung timeline-nya, lebih kurang dua tahun. Namun yang terpenting, Kota Padang sudah on the track dan semua tahapan menuju Kota Gastronomi dunia kita lewati dengan sebaik-baiknya,” katanya.

Perubahan subsektor tersebut mendapat dukungan dari Tim Pengembangan Kabupaten/Kota Kreatif (KaTa Kreatif). Anggota tim, Yuliana Rini, menilai langkah yang diambil Pemerintah Kota Padang sudah selaras dengan karakter dan potensi daerah.

“Sejatinya Kota Padang itu core-nya unik di kuliner, tetapi pada pendataan pertama memang lebih ke seni pertunjukan. Dengan perkembangan cara penilaian saat ini, rasanya sudah tepat jika Kota Padang memilih subsektor kuliner sebagai lokomotif kota kreatifnya,” ungkap Yuliana Rini.

Ia menambahkan, Kota Padang tercatat sebagai kota kedua setelah Yogyakarta yang melakukan adendum perubahan subsektor lokomotif, setelah sebelumnya Yogyakarta mengubah subsektor unggulan dari aplikasi dan gim menjadi seni rupa pada tahun 2024. (rn/*/pzv)

Komentar