Padang, RANAHNEWS.com — Pemerintah pusat dan daerah mengevaluasi langsung penanganan krisis air bersih pascabencana hidrometeorologi di Kota Padang melalui peninjauan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gunung Pangilun milik Perumda Air Minum Kota Padang, Jumat (30/1/2026).
Peninjauan dilakukan Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo bersama Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi, serta Wali Kota Padang Fadly Amran. Rombongan mendengarkan pemaparan terkait kondisi intake dan jaringan perpipaan yang rusak akibat bencana, sekaligus mengevaluasi penanganan darurat dan rencana penguatan sistem penyediaan air bersih ke depan.
Wali Kota Padang Fadly Amran menyampaikan apresiasi atas respons cepat pemerintah pusat dalam membantu penanganan krisis air bersih di daerahnya.
Ia menjelaskan bahwa pascabencana hidrometeorologi pada akhir November 2025, progres perbaikan intake dan jaringan perpipaan Perumda AM telah mencapai 98,9 persen dan ditargetkan rampung pada awal Februari 2026. Namun, distribusi air belum sepenuhnya optimal karena masih menggunakan pipa sementara sehingga tekanan air ke pelanggan belum maksimal.
“Menyikapi krisis air bersih, Pemko Padang telah menggratiskan tagihan PDAM dan retribusi sampah bulan Februari bagi sekitar 1.382 pelanggan terdampak. Selain itu, kami menyiapkan langkah jangka panjang berupa usulan pembangunan sekitar 200 sumur bor komunal gratis di wilayah rawan kekeringan,” ujar Fadly.
Ia juga memaparkan kondisi IPA Gunung Pangilun yang dinilai sudah tidak layak dan memerlukan solusi permanen melalui pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) baru sebagai bagian dari mitigasi bencana.
“Kami mengusulkan dua SPAM baru berkapasitas 200 liter per detik dan 500 liter per detik. Alhamdulillah, salah satunya telah disetujui pemerintah pusat, yakni SPAM Palukahan dengan tambahan kapasitas 300 liter per detik,” katanya.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk mendukung percepatan pemulihan sekaligus penguatan sistem air bersih di Kota Padang.
“Kami memastikan penanganan krisis air bersih pascabencana di Kota Padang berjalan optimal, sekaligus menyiapkan solusi jangka panjang agar sistem penyediaan air minum lebih aman, andal, dan tangguh terhadap bencana,” tegas Dody.
Direktur Utama Perumda AM Kota Padang Hendra Pebrizal mengungkapkan bahwa IPA Gunung Pangilun berkapasitas 500 liter per detik akan digantikan dengan instalasi baru berteknologi modern. Instalasi lama peninggalan Grémont Prancis yang dibangun pada 1957 tersebut dinilai tidak lagi layak, terutama pascagempa 2009.
“Instalasi baru akan dibangun di dekat intake Kampung Koto Gunung Pangilun di atas lahan sekitar 13.100 meter persegi dengan dukungan anggaran pusat sebesar Rp400 miliar. Proyek ini ditargetkan rampung akhir 2027 dan akan melayani sekitar 40.730 pelanggan atau 31 persen pelanggan Perumda AM Kota Padang,” jelas Hendra.
Selain meninjau IPA Gunung Pangilun, Menteri PU bersama Wali Kota Padang dan rombongan juga meninjau Irigasi Gunung Nago serta Intake Palukahan Lubuk Minturun sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh sistem penyediaan air minum di Kota Padang. (rn/*/pzv)











Komentar