Jakarta, RANAHNEWS.com — Pemerintah memastikan kesiapan hunian sementara bagi warga terdampak bencana di sejumlah wilayah Sumatra. Hunian Sementara (Huntara) yang dikenal sebagai Hunian Danantara tahap II dilaporkan siap digunakan, seiring pembangunan paralel rumah serupa oleh Kementerian Pekerjaan Umum yang ditargetkan rampung awal Februari 2026.
Kesiapan tersebut mengemuka dalam pertemuan di Kantor Sekretariat Kabinet, Rabu (7/1/2026). Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menerima Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, Kepala BP BUMN Dony Oskaria, serta jajaran direksi BUMN konstruksi, yakni Waskita Karya, Adhi Karya, Wijaya Karya (WIKA), Nindya Karya, Hutama Karya (HK), Pembangunan Perumahan (PP), dan Brantas Abipraya.
Dalam pertemuan itu dibahas perkembangan pembangunan hunian sementara yang dibangun oleh Danantara. Pemerintah melaporkan bahwa dalam dua pekan ke depan, tambahan unit hunian di Aceh Utara, Pidie, Tapanuli Selatan, Tanah Datar, Padang Pariaman, dan Agam akan selesai dan siap ditempati.
Di sisi lain, Kementerian Pekerjaan Umum juga terus mempercepat pemulihan pascabencana melalui pembersihan dan perbaikan fasilitas umum secara masif. Upaya tersebut meliputi pemulihan jalan, rumah sakit, sekolah, pasokan air bersih, serta perkantoran, bersamaan dengan pembangunan hunian di Aceh yang ditargetkan selesai pada awal Februari.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa pemerintah terus menjalin koordinasi intensif dengan pemerintah daerah untuk menyesuaikan kebutuhan warga terdampak.
“Setelah satu bulan pascabencana, pemerintah terus berkoordinasi dengan setiap bupati dan wali kota karena keinginan warga terdampak terkait hunian sangat beragam,” kata Teddy.
Ia menjelaskan, sebagian warga memilih menempati hunian yang disiapkan pemerintah, sebagian lainnya ingin memperbaiki rumah secara mandiri, sementara ada pula yang memilih pindah mengikuti keluarga di daerah lain.
“Pemerintah secepat mungkin membangun hunian, untuk kemudian para bupati memobilisasi warga yang akan menempatinya,” ujarnya.
Bencana di wilayah Sumatra tercatat terjadi pada 25 dan 26 November 2025, melanda 52 kabupaten dan kota di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, serta tiga kabupaten di Sumatra Barat. Sebelumnya, Danantara telah membangun 600 unit hunian sementara di Aceh Tamiang. Dalam penanganan pascabencana tersebut, pemerintah mengerahkan dukungan dengan kekuatan nasional lintas kementerian dan lembaga. (rn/*/pzv)















Komentar